Laba Bersih Tiga Pilar Sejahtera Food Capai Rp 126,91 Miliar di 2011

NERACA

Jakarta - Produsen makanan olahan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membukukan laba bersih Rp126,91 miliar pada 2011 atau tumbuh 71,25% dari posisi tahun sebelumnya Rp75,85 miliar.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Perseroan menjelaskan, lonjakan laba bersih ditopang oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 148,51% menjadi Rp1,75 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, beban pokok penjualan perseroan juga melonjak 155,27% menjadi Rp1,33 triliun dari Rp521,41 miliar pada 2010. Maka dari itu, margin laba kotor perseroan sedikit tergerus menjadi 24,08% pada 2011 dari 25,95% pada tahun sebelumnya.

Kemudian laba kotor yang dibukukan perseroan naik 129,76% menjadi Rp422,34 miliar pada 2011 dari Rp183,82 miliar pada tahun sebelumnya. Adapun, aset perseroan dilaporkan naik 85,42% menjadi Rp3,59 triliun dari Rp1,94 triliun pada 2010.

Perseroan juga mencetak kenaikan kas dan setara kas sebesar 4.126% menjadi Rp634,67 miliar dari 15,42 miliar pada 2010. Sebagai informasi, AISA terus berkonsentrasi pada sektor beras dan menargetkan penjualan hingga Rp8-9 triliun dalam 3 tahun ke depan. Rencana ini nantinya akan mendukung perusahaan untuk menjadikan beras sebagai bisnis utama.

Direktur Keuangan Tiga Pilar Sejahtera Food Sjambiri Lioe pernah mengatakan, perseroan berencana membangun 18 pabrik beras mulai tahun ini dalam 3 atau 4 tahun ke depan dengan masing-masing pabrik mampu memproduksi 10.000 ton beras per bulan. “Untuk pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menghabiskan $9-10 juta per pabrik, dengan total dikisraan $162-180 juta,” ujarnya.

Kata Sjambrie, untuk tahun ini AISA akan membangun pabrik di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan terus berlanjut hingga 2013 dengan membangun 4 pabrik lagi. Pembangunan 6 pabrik ini diperkirakan masih akan menggunakan dana hasil penawran umum terbatas sebelumnya.

Asal tahu saja, November 2011 lalu, AISA menerbitkan 1,25 miliar saham dengan harga Rp560 per saham dan mendapatkan total Rp702,24 miliar. Sementara sisanya akan diperoleh dari pinjaman bank.

AISA berniat menjadikan beras sebagai bisnis utama dari makanan olahan karena pasar dalam negeri yang menjanjikan. Hal ini terlihat dari kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi beras hingga mencapai 130kg hingga 140kg per tahun per orang, bandingkan dengan negara Asia lainnya yang mengkonsumsi 65-70kg per tahun per orang. Keseriusan AISA juga akan diwujudkan dengan rencana spin-off bisnis beras, AISA akan membentuk perusahaan baru yang fokusnya pada beras. (didi)

Related posts