Timah Kantongi Pinjaman Bank Senilai Rp 3 Triliun

PT Timah Tbk (TINS) mendapatkan pinjaman sindikasi dari bank lokal maupun asing sebesar Rp3 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan perseroan untuk investasi maupun ekspansi usaha.

Direktur Utama Timah Wachid Usman mengatakan, perseroan telah mendapat sindikasi pinjaman dengan total nilai mencapai Rp3 triliun. "Pinjaman tersebut berasal dari konsorsium BRI, Mandiri, dan bank luar," kata dia di Pangkalpinang, Senin (16/4).

Lebih lanjut Wachid menjelaskan, dana tersebut dialokasikan untuk investasi, termasuk untuk akuisisi kuasa pertambangan (KP) batu bara. Selain itu, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini sebesar Rp1,4 triliun.

Sumber belanja modal berasal dari kas internal maupun pinjaman perbankan, dengan porsi 30% kas internal dan sisanya 70% pinjaman perbankan. Belanja modal tersebut dialokasikan untuk belanja rutin, seperti modifikasi bucket wheel dredge (BWD) dan kapal keruk kecil serta peningkatan pengolahan dan peleburan timah.

Adapun, nilai investasi untuk modifikasi dua unit BWD sekira Rp1 triliun. Modifikasi BWD dari kapal keruk tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2013 atau awal 2014. Kapasitas satu BWD sebesar 2.000 MT atau empat kali kapasitas kapal keruk.

Sebelumnya, PT Timah Tbk (TINS) pernah mengusulkan rasio dividen (dividen payout ratio) untuk tahun buku 2011 sekitar 30% dari laba bersih tahun buku 2011. Adapun, perseroan pada tahun lalu membukukan penurunan laba bersih sebesar 5,4% menjadi Rp896,8 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp947,958 miliar.

Pada tahun lalu, PT Timah Tbk menyetor dividen sebesar Rp473,96 miliar. Nilai itu sekitar 50% dari laba bersih tahun buku 2010 sebesar Rp947,93 miliar. Harapan diturunkannya rasio dividen itu, guna meningkatkan investasi perseroan pada tahun ini. Adapun, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sebesar Rp1,4 triliun. Nilai belanja modal tersebut sudah dipangkas dari rencana sebelumnya Rp3 triliun. (bani)

Related posts