Tiphone Catatkan Laba Bersih Rp 152,85 miliar di 2011

NERACA

Jakarta – Emiten distributor seluler, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 32,90% dari Rp 115,01 miliar menjadi Rp152,85 miliar di 2011. Laba tersebut diikuti kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp6,98 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp6,19 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp6,58 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp5,91 triliun.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (16/4). Perseroan juga mencatatkan laba kotor perseroan naik menjadi Rp406,46 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp280,27 miliar.

Kemudian beban usaha perseroan naik menjadi Rp178,74 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp113,04 miliar. Sehingga laba usaha perseroan naik menjadi Rp227,72 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp167,22 miliar. Sementara kewajiban perseroan naik menjadi Rp697,58 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp406,85 miliar.

Selain itu, ekuitas perseroan naik menjadi Rp491,85 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp455,52 miliar. Kas dan bank perseroan naik menjadi Rp263,32 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp121,28 miliar.

Sebagai informasi, sebelumnya pada bulan Maret lalu, Vendor dan perusahaan distribusi alat-alat telekomunikasi ini tengah menyelesaikan proses akuisisi terhadap salah satu distributor Apple terbesar di Indonesia. Nilai akuisisi sekitar US$10 juta-US$40 juta yang diambil dari kas internal. Dimana proses akuisisi itu diharapkan rampung semester I/2012.

Menurut Komisaris Utama Tiphone, Hengky Setiawan, dengan akuisisi tersebut, bisnis distribusi produk telekomunikasi dari Tiphone bakal semakin kuat. Pasalnya, pasar Apple kini juga terus tumbuh membesar.

Tidak hanya itu, perseroan juga mengakuisisi dua hingga tiga perusahaan yang bergerak di bidang distributor voucher dan ritel pada semester I/2012. Saat ini perseroan sedang melakukan due dilligence. Diharapkan akuisisi tersebut dapat menambah nilai perusahaan."Hingga kini kami sedang melakukan negoisasi untuk dua hingga tiga akuisisi perusahaan tersebut," kata Hengky.

Asal tahu saja, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menyakini bisa meraup laba bersih ditahun ini naik menjadi Rp 200 miliar, “Tahun ini target profit bottom line-nya di atas Rp200 miliar dibanding laba tahun kemarin Rp100 miliar,"ujar Hengky Setiawan.

Selain menargetkan peningkatan laba, perusahaan juga menargetkan pendapatan naik menjadi Rp7,9 triliun tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,7 triliun. (didi)

Related posts