BUMN

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo

Tata kelola dan salah kelola merupakan hal yang berbeda sehingga persepsian tentang tata kelola adalah bagaimana manajemen pengelolaan yang baik sehingga memberikan hasil yang maksimal, termasuk dalam hal ini adalah tata kelola sumber daya yang ada di republik tercinta ini. Sebaliknya salah kelola yaitu kontraproduktif dibalik harapan dari tata kelola sehingga harapan yang terjadi justru sebaliknya. Artinya pencapaian tidaklah seperti yang diharapkan sehingga hanya menguntungkan segelintir oknum dibalik tata kelola yang semestinya.

Selaras dengan tata kelola dan salah kelola bahwa apa yang terjadi dengan pemberitaan seputar kasus Garuda dalam dua pekan terakhir menggambarkan betapa kepemimpinan yang ada ternyata melakukan salah kelola dan bukannya melakukan tata kelola secara bijak dan baik. Akibatnya, kasus yang terjadi di Garuda akhirnya meledak. Bahkan ada yang meyakini kasus di Garuda adalah pucuk gunung es dibalik salah kelola. Akhirnya semua kasusnya terbongkar dan muncul ke permukaan sehingga orang awam akhirnya terbuka mata hatinya ketika mengetahui apa yan sebenarnya terjadi dari kasus Garuda.

Ironisnya, terbongkarnya kasus Garuda justru dimulai dari kegagalan penyelundupan sebuah moge dan juga sepeda dengan berdalih onderdil. Bahkan sejumlah kasus lainnya juga terkuak dan publik-pun terheran-heran dengan kasus Garuda. Sebuah maskapai kebanggan dalam negeri ternyata menerapkan salah kelola yang semestinya tidak perlu dilakukan. Impikasinya kemudian menjadi benar adanya jika akhirnya Menteri BUMN Erick Thohir memecat sejumlah pihak yang diduga terlibat dibalik kasus Garuda. Tidak tanggung-tanggung pertaruhan kursi Direktur Utama menjadi ancaman yang akhirnya secara resmi dicopot.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi atas tindakan tegas Menteri BUMN Erick Thohir dari kasus Garuda dan mengancam semua pimpinan dan pejabat lainnya untuk tidak lagi main-main dengan kursi empuk jabatannya. Bahkan, dengan lantang Presiden Jokowi menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir adalah suatu tindakan yang pesannya sangat jelas. Oleh karena itu, bisa jadi pasca kasus Garuda akan membuat semua mafia dibalik salah kelola BUMN akan tiarap sebentar sambil tentunya menunggu situasi kembali tenang.

Meski demikian harus juga diingat sindiran Presiden Jokowi bahwa pesan yang disampaikan dibalik kasus Garuda adalah sangat jelas yang artinya para pejabat yang lain jangan mencoba main-main dengan jabatan – kekuasaan karena taruhannya bisa dicopot dan kasus Garuda sudah membuktikan. Tindakan Erick Thohir seolah memupus predikat ‘anak emas’ dalam salah kelola BUMN.

Pembelajaran kasus Garuda memang menarik karena di era persaingan yang kian ketat maka sudah semestinya BUMN dikelola dengan baik dengan tata kelola profesional dan bukannya sebaliknya salah kelola dengan mencari keuntungan sepihak. Jadi, beralasan jika kemudian muncul juga pertanyaan mengapa Kementerian BUMN sebelumnya tidak melakukan tindakan dibalik kasus Garuda, termasuk misalnya kasus laporan keuangan. Jadi, intinya bahwa kinerja BUMN harus dilakukan tata kelola yang baik, bukan justru salah kelola, apalagi sampai menjadi obyek untuk melakukan penyelundupan dengan memanfaatkan armada yang sejatinya milik publik.

BERITA TERKAIT

Modus Korupsi Jiwasraya

Oleh : Agung Setia Budi, SIP., M.Sos Peneliti Studi Ekonomi Politik Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terdeteksi ketika manajamen…

Dukung Penerapan Industri 4.0

Oleh: Sigit Reliantoro Setditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LH&K  Industri 4.0 yang diperkenalkan oleh Pemerintah Jerman pada pameran…

Pelindo II

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritim Institute (Namarin)   Pelabuhan Indonesia II tengah berada di pusaran kasus mega…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Bisa Apa vs Apa Bisa

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Carut marut kasus PT Jiwasraya dan PT Asabri…

Modus Korupsi Jiwasraya

Oleh : Agung Setia Budi, SIP., M.Sos Peneliti Studi Ekonomi Politik Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terdeteksi ketika manajamen…

Dukung Penerapan Industri 4.0

Oleh: Sigit Reliantoro Setditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LH&K  Industri 4.0 yang diperkenalkan oleh Pemerintah Jerman pada pameran…