Angela Tanoesoedibjo Soroti Tantangan dan Peluang Parekraf di Era Digital

Jakarta,Era digital menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pesat. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo. "Dengan teknologi, konsumen dapat dengan mudah mencari informasi dan feeding mengenai produk-produk wisata dan destinasi di Indonesia dengan detail," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker "Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Industri Teknologi" dalam peresmian Institut Bisnis & Informatika (IBI) Kesatuan di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Digital, lanjut Angela, bila dimanfaatkan dengan baik hasilnya akan sangat luar biasa. Misalnya, dalam mempromosikan digital bisa dilakukan micro targeting, sehingga promosi bisa tepat sasaran. Dengan begitu, orang yang memiliki ketertarikan menyelam bisa mendapatkan promo menyelam. Adapun, yang suka gunung, bisa mendapatkan informasi mengenai gunung dan lain sebagainya.

Di dunia digital, lanjut Angela, platform, target, waktu, frekuensi dan kontennya harus tepat. Angela menceritakan manfaat digital dalam dunia perhotelan saat ini. Belum lama ini, dia bertemu pengusaha yang melakukan inovasi di bidang perhotelan. "Mereka menggabungkan hotel-hotel kecil yang tadinya cuma sendiri-sendiri, dengan brand mereka sendiri, digabung dikasih brand yang sudah jadi. Brand sama semua dan akhirnya mereka juga meningkatkan standarisasi di semua hotel itu. Ada peningkatan SDM, terus ada standarisasi teknologi juga," ungkapnya.

Hasilnya, bisa meningkatkan efisiensi dari hotel tersebut. Brand tersebut juga meningkatkan kepercayaan wisatawan asing untuk datang dan tinggal di hotel tersebut. Hasil akhirnya, okupansi hotel yang tadinya sekitar 40% naik menjadi 70%-80%. Dengan digital, perubahan harga juga bisa menyesuaikan low season dan high season dengan cepat. Contoh untuk ekonomi kreatif, ada aplikasi fotografer yang bisa digunakan bagi yang membutuhkan jasa profesional. Menurutnya, di Bali banyak acara pernikahan yang membutuhkan jasa fotografer, desain baju, videografer dan fotografer.

"Karena konektivitas yang semakin tinggi, yang tadinya berjualan individu bisa jadi merge together. Punya satu payung branding dan standar yang dipercaya oleh wisatawan. Contohnya ada salah satu aplikasi besar di Indonesia itu bergerak di bidang photography service," kata Angela.

Di Bali pun hal tersebut sudah terjadi, sehingga wisatawan asing maupun domestik yang membutuhkan jasa fotografer bisa menggunakan fotografer profesional lokal dari Bali melalui aplikasi tersebut. "Ini betul-betul luar biasa sekali, yang tadinya individu, cari pelanggan susah, ini jadi kolektif karena teknologi," tuturnya.

Di sisi lain, dunia digital juga memiliki tantangan. Dengan kemudahan digital ini, para wisatawan dapat dengan mudahnya membandingkan Indonesia dengan negara lain. Selain itu, ada info yang bisa langsung dilihat, baik dari feedback atau komentar negatif. Angela mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa, pengajar IBI Kesatuan untuk ikut membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. "Mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi yang melibatkan semua pihak, masyarakat, lembaga, hingga pemerintah. Semua yang hadir di sini juga harus turut berperan," katanya.

Dia merasa bangga dan mendukung IBI Kesatuan untuk turut mengambil peran untuk pembangunan SDM. "Khususnya dengan membangun prodi baru, prodi kepariwisataan, kewirausahaan, teknologi informasi sertasistem informasi. Saya berharap dan mendoakan agar kita semua bisa mengambil peran penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Angela. (*)

BERITA TERKAIT

BI PERTAHANKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis (23/1/2020).…

LABA BRI TEMBUS Rp34,41 TRILIUN

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sunarso (tengah) berbincang dengan jajaran direksi, disela acara Laporan Kinerja Bank BRI Triwulan…

PELUNCURAN KOOLKOST

Head of Business KoolKost Ankit Lalwani (kiri) bersama Vice President of Operations RedDoorz Adil Mubarak, meresmikan KoolKost layanan hunian bersama…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

Pelaku Usaha Kuliner Dirikan Kerajaan Warteg Bahagia

Depok, Seolah tak mau kalah dengan kemunculan Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo dan kerajaan Sunda Empire di Bandung, Sabtu (25/1/2020)…

Penetapan Suku Bunga Penjaminan LPS

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah (kedua kiri), Anggota Dewan Komisioner merangkap Plt. Kepala Eksekutif LPS Didik…

Askrindo Gandeng Baznas Serahkan Bantuan Perahu untuk Nelayan Parigi Moutong

Sulteng, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendistribusikan bantuan perahu untuk nelayan di Desa Pelawa…