Budidaya Madu Lebah Sialang

NERACA

Beternak lebah madu merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untung besar setiap bulannya. Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari seekor lebah, ternyata memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas, sehingga tidak sedikit dari mereka yang kini mulai tertarik untuk membudidayakannya sebagai peluang usaha.

Madu merupakan obat yang dikenal karena khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit, selain lezat juga dikenal karena khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit. Madu memiliki sifat yang mudah di serap oleh tubuh sehingga bermanfaat bagi pemulihan stamina tubuh, dan membantu didalam proses penyembuhan dari berbagai penyakit. Madu jika di konsumsi secara teratur akan menghsilkan manfaat yang positif.

Sekarang ini khasiat madu memang mulai dilirik para konsumen untuk berbagai macam kepentingan. Sebut saja madu sebagai obat alami, untuk campuran bahan kosmetik, maupun sebagai bahan tambahan dalam memproduksi makanan dan minuman. Karenanya, tidaklah heran bila sekarang ini madu yang dihasilkan seekor lebah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Dalam menjalankan bisnis ternak lebah, target konsumen yang bisa Anda bidik sangatlah luas. Mulai dari konsumen rumah tangga, para pelaku bisnis obat herbal, para pedagang jamu tradisional, produsen kosmetik, sampai para pelaku usaha makanan dan minuman.

Salah satu yang cukup dikenal adalah madu sialang yang berasal dari kelompok lebah yang hidup dan bersarang di pohon-pohon dalam hutan. Pohon-pohon tempat lebah bersarang tersebut biasa disebut dengan pohon Sialang. Sedangkan kawasan pohon-pohon tempat lebah bersarang tersebut dikenal dengan sebutan Kepungan Sialang.

Beberapa jenis pohon yang biasa yang dihinggapi lebah antara lain sulur batang, Randu, rumah ketuang, dan cempedak air. Kepungan Sialang atau pohon-pohon Sialang merupakan jenis tanaman yang dilindungi secara hukum baik undang-undang pemerintah maupun hukum adat. Hal ini dimaksudkan agar kelestarian pohon-pohon tersebut tetap terpelihara sebagai tempat bersarangnya kelompok lebah yang menghasilkan madu sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat desa sekitar hutan.

Sialang adalah jenis pohon yang besar dan tinggi batangnya, garis tengah batang pohonnya bisa mencapai 100 cm atau lebih, dan tingginya bisa mencapai 25 sampai 30 meter. Lebah-lebah membangun sarangnya di dahan2 pohon. Satu pohon sialang bisa berisi sampai 50 sarang bahkan lebih, dimana tiap sarang bisa berisi sampai kira-kira 10 kilogram madu asli alamiah, bahkan mampu memproduksi ratusan kilogram madu lebah pohon sialang.

Pohon sialang adalah pohon yang terdiri dari jenis Kedundung, Batu, Balau, Kruing, Ara dan lain-lain yang apabila disarangi oleh lebah hutan (apis dorsata) maka masyarakat di Sumatera khususnya Di Riau akan menamakannya pohon sialang. Pohon sialang banyak terdapat keberadaanya di hutan Tesso Nilo yang termasuk dalam wilayah 3 kabupaten: kabupaten Pelalawan, Kuantan Sengingi dan Kampar, provinsi Riau. Keberadaan pohon-pohon sialang adalah aset sumber daya alam untuk masyarakat lokal yang hidup di wilayah Sumatera.

Proses pengambilan madu lebah sialang merupakan sebuah proses yang khas dan unik. Pengambilan madu dilakukan oleh sekelompok orang yang terdiri dari juragan tua, juragan muda, tukang sambut dan beberapa pembantu biasanya dilakukan pada malam hari.

Sarang lebah yang menyimpan madu dipanen oleh juragan muda yang menjadi pemanjat dan kemudian diturunkan ke tukang sambut. Dibawah sarang tersebut ditiris kemudian diperas untuk diambil madunya. Madu dari pohon memiliki kandungan air yang relatif tinggi sekitar 23%-25%. Kandungan ini dapat menyebabkan proses fermentasi/peragian pada madu sehingga madu cepat mengalami kemasaman, yang berarti madu akan mengalami penurunan kualitas.

Untuk mempertahankan kualitas madu sialang, saat ini telah dikembangkan sebuah mesin yang disebut Adri’s Honey Drier Modification (AHDM) yang mampu menurunkan kadar air madu hingga 17%, dimana pada kadar ini proses peragian dapat dihindari dan madu dapat disimpan lebih lama dalam waktu mencapai tiga tahun.

Related posts