Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA

Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis Tiniti Properti Tbk akan melepas sebanyak-banyaknya 1,09 miliar saham dalam rangka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menyebutkan, jumlah saham IPO itu setara dengan 25% dari jumlah seluruh modal disetor setelah IPO.

Selain menerbitkan saham baru dari portepel, Perintis Tiniti Properti juga menerbitkan saham baru dalam rangka mandatory convertible bond (MCB) senilai total Rp88,9 miliar. Jumlah saham konversi MCB itu akan disesuaikan dengan rentang harga pelaksanaan konversi sekitar Rp150-Rp400 per saham atau harga pelaksanaan IPO. Bersamaan dengan itu, calon emiten dari sektor properti ini juga menerbitkan 437,33 juta waran seri I yang nantinya dapat dikonversi menjadi saham dalam kurun 15 Juli 2020 hingga 13 Januari 2023.

Dari rencana IPO, perusahaan properti ini membidik dana sekitar Rp 250 miliar dan nantinya dana hasil IPO akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha, pengembangan usaha, serta modal kerja. Lebih detail, sekitar 35% dari hasil IPO akan dikucurkan perseroan kepadda PT Triniti Menara Serpong untuk pembangunan proyek apartemen Collins Boulevard. Porsi yang sama akan diterima PT Puri Triniti Batam yang sedang menggarap proyek Marc's Boulevard di Batam.

Dalam 6 bulan pertama 2019, Perintis Triniti Properti mengantongi penjualan dan pendapatan Rp113,79 miliar. Adapun penjualan dan pendapatan pada 2018 tercatat sebesar Rp229,54 miliar. Dari situ, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan masing-masing senilai Rp93,67 miliar pada 2018 dan Rp25,04 miliar per 6 bulan 2019.

Saat ini, dua pemegang saham Perintis Triniti Properti, yaitu PT Kunci Daud Indonesia 55% dan PT Intan Investama International 45%. Kemudian setelah IPO, kepemilikan PT Kunci Daud Indonesia akan terdilusi menjadi 41,25%. Sedangkan kepemilikan PT Intan Investama Internasional akan terdilusi menjadi 33,75%.

IPO ini ditangani oleh PT Royal Investium Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal akan berlangsung pada 12-18 Desember 2019, masa penawaran umum 2-8 Januari 2020, dan pencatatan saham di BEI ditargetkan pda 15 Januari 2020.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…