Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter

Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter

NERACA

Jakarta - Hunian berkonsep transportasi atau dikenal sebagai transit oriented development (TOD) kini juga mulai marak ke arah Serpong dengan memanfaatkan jaringan komuter sebagai tahap awal.

"Konsep TOD ini merupakan pendekatan pengembangan kota yang memaksimalkan penggunaan angkutan publik, sekaligus meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi," kata Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo, Ferdy Sutrisno selaku pengembang Serpong Garden Apartment di Jakarta, Minggu (29/9).

Ferdy mengatakan Serpong Garden Apartment sebagai gambaran pembangunannya didesain memiliki berbagai konektivitas dengan intermoda seperti Stasiun Komuter Cisauk, pasar modern, dan terminal terpadu.

“Kalau nanti pemerintah mengaplikasikan jalur bagi kereta api massal (Mass Rapid Transit) dan juga kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), kami sudah siap, termasuk juga kelengkapan jaringan bagi para pejalan kaki atau pengguna sepeda,” jelas Ferdy.

Ferdy mengatakan dalam konsep TOD penghuni hanya cukup melangkah sudah bisa menjangkau jaringan komuter atau menjangkau pusat bisnis, sekolah, perguruan tinggi, tempat rekreasi, serta fasilitas-fasilitas lain.

Pemerintah, jelas Ferdy tengah berencana memperpanjang jalur Multi Raya Transportasi (MRT) sampai ke wilayah Kabupaten Tangerang tentunya akan membuat konsep TOD akan kian berkembang,

Ferdy melihat konsep TOD ini akan mengurangi pemborosan energi sampai 85 persen, sehingga menghasilkan gaya hidup (lifestyle) yang lebih sehat karena didisain kemanapun cukup ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Sedangkan Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan terkait TOD, terlebih dulu dibuat perencanaan yang dituangkan melalui perencanaan dalam bentuk master plan dan rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL).

“Saya melihat RTBL belum ada di wilayah Tangerang sebagai satelit Jakarta. Ini harus ditata melibatkan peran pengusaha dengan pemerintah daerah, sehingga memiliki perencanaan pembangunan, disesuaikan dengan berbagai studi yang mereka lakukan sebelumnya," ujar Yayat.

Menurut Yayat, kalau pembangunan diserahkan kepada pemda setempat, belum tentu memiliki kecukupan fiskal. Itu sebabnya pemerintah daerah bergantung kepada bantuan dan dukungan dari Pemerintah Pusat.

Dengan demikian perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terutama untuk proyek strategis termasuk MRT atau LRT sebagai fasilitas berkembangnya TOD," tambah Yayat.

Sebelumnya, Yayat mengatakan jaringan moda transportasi publik di Jakarta belum terhubung dengan struktur tata kota sehingga masih banyak masyarakat yang enggan untuk menggunakan transportasi umum.

Yayat mengatakan permukiman masyarakat semakin banyak bermunculan di Jakarta, atau yang juga disebut sebagai urban sprawl, sementara belum banyak yang berubah dari jaringan transportasi di Ibu Kota.

“Jaringan jalannya tetap begitu-begitu saja, sehingga ketika jaringan pelayanan dibuka, orang harus jadi dua sampai tiga kali (berpindah moda transportasi). Jadi betul-betul membuat orang harus keluarkan biaya dan waktu yang lebih banyak,” kata Yayat saat dijumpai usai acara diskusi bertajuk ‘Kesiapan Bus Listrik Mengaspal di Jakarta’ beberapa waktu lalu. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit   NERACA Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi…

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun   NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk melalui anak usaha Lippo…

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah    NERACA Pontianak - Pengembang properti menilai rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan dapat berdampak…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit   NERACA Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi…

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun   NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk melalui anak usaha Lippo…

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah    NERACA Pontianak - Pengembang properti menilai rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan dapat berdampak…