Terus Menambah Gerai, Penjualan KFC Makin Renyah - PT Fast Food Indonesia Tbk

Neraca

Jakarta – Seiring bertumbuhnya daya beli masyarakat dan peningkatan produksi pakan ternak, rupanya memberikan dampak positif bagi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam menggarap usahanya di sektor konsumer good atau makanan siap saji.

Sejak didirikan pada 19 Juni 1978 dengan brand mereknya Kentucky Fried Chicken (KFC), perseroan terus mencatatkan kinerja yang cukup kinclong. Dimana tiap tahun perseoan selalu meraup untung dan bahkan penjualan kuartal I-2012 perseroan menargetkan tumbuh 10%-15% menjadi Rp 804,21 miliar-Rp 840,76 miliar dari realisasi periode yang sama di 2011 sebesar Rp 731,1 miliar.

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus D, pernah bilang, pertumbuhan tersebut akan didorong pembukaan beberapa restoran baru pada tiga bulan pertama tahun ini, “Pembukaan beberapa gerai mendongkrak penjualan tahun ini lebih agresif,”katanya.

Asal tahu saja, ditahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar. Nantinya belanja modal akan digunakan untuk pembukaan gerai baru, renovasi toko dan juga pergantian mesin.

Kata Justinus D. Juwono, sebagian besar dana perseroan akan lebih banyak untuk menambah gerai baru dan hal ini sejalan dengan rencana bisnis perseroan yang menargetkan pendapatan Rp 3,78 triliun tahun depan, naik 15% dari akhir 2011, yang diperkirakan mencapai Rp 3,34 triliun, “Dana capex yang 300 miliar itu, seratus persen berasal dari dana cash internal kita,”paparnya.

Investasi Gerai

Dia menyebutkan untuk penambahan satu gerai baru dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 7 miliar dan total renovasi serta pergantian mesin dianggarkan dana sebesar Rp 160 miliar dari total Rp 300 miliar.

Secara keseluruan dana untuk pembukaan toko baru sebesar Rp 140 miliar. Tidak hanya itu, perseroan juga berencana menambah 20 cabang baru tahun depan. "Cabang baru akan mengkontribusikan kepada kinerja perusahaan. Kami akan tambah 20 cabang dan sebagian besar adalah free standing (berdiri sendiri)," ungkapnya.

Dia menyebutkan, target pertumbuhan penjualan 14% minimun dan 16% maksimum. Hingga rata-rata bisa tumbuh 15%, jadi Rp 3,7 triliun tahun depan. Pendapatan tahun ini akan naik 14,7% dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,913 triliun.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penjualan antara lain brand image KFC yang terus meningkat, perluasan jaringan dan penambahan menu. Sampai September, jumlah gerai perseroan mencapai 403 unit, dan pada periode Oktober hingga Desember akan bertambah menjadi 415-417 unit.

Penjualan Melejit

Sebagaimana diketahui, pada September 2011, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) berhasil meraih penjualan sebanyak Rp 2,441 triliun. Perolehan penjualan itu meningkat sekitar 13,1% jika dibandingkan perolehan penjualan pada periode yang sama tahun 2010 yang tercatat sebanyak Rp 2,159 triliun.

Menurut Justinus D. Juwono, hingga akhir tahun 2011, penjualan FAST diperkirakan mencapai Rp 3,343 triliun atau naik sekitar 14,7% jika dibandingkan penjualan pada akhir tahun 2010 yang tercatat sebanyak Rp 2,913 triliun. Peningkatan juga terjadi pada laba bersih yang mencapai Rp 175 miliar.

Angka itu meningkat jika dibandingkan perolehan laba bersih pada periode yang sama 2010 yang tercatat sebanyak Rp 163 miliar. Selain itu, jumlah gerai FAST juga mengalami peningkatan. Pada 2011 ini, tercatat sudah ada sebanyak 403 gerai yang dimiliki perusahaan, meningkat dari 398 gerai pada 2010.

Selain itu, perseroan juga akan terus meningkatkan jumlah restoran yang melayani home delivery. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan penjualan perseroan. “Seperti yang kami alami pada semester I 2010, di mana saat itu penjualan kami terpengaruh oleh faktor cuaca yang kerap hujan sehingga menurunkan minat masyarakat untuk mengunjungi gerai kami. Tetapi jika menggunakan home delivery, customer tidak perlu keluar rumah untuk menikmati produk kami,” ungkapnya. (bani)

Related posts