Pikat Dana Asing, Pemerintah Diminta Beri Imbal Hasil Besar

Neraca

Jakarta–Pemerintah diminta untuk memberikan imbal hasil yang baik atau lebih tinggi guna memicu lebih banyak dana asing masuk ke industri keuangan dan termasuk pasar modal, “Ini menjadi tugas pemerintah dan kita semua untuk membuat dana-dana itu lebih betah di Indonesia,”kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, cara membuat dana asing betah adalah dengan memberikan imbal hasil (return) yang terbaik. Pasalnya, bila investor asing melihat di Indonesia returnnya kecil, tentu ini akan mudah dana asing keluar dan mencari tempat yang lebih menarik.

Kendatipun demikian, pihaknya tidak mengkhawatirkan hal itu karena semua tergantung dengan makanisme pasar. Eddy meyakini, ketika harga terkoreksi, namun fundamental ekonomi Indonesia masih berprospektif dan menarik bagi pelaku pasar, maka investor akan masih setia dengan Indonesia. “Saya kira hal itu biarkan pasar yang menentukan dan mereka yang memutuskan. Pada 2008 ada dana keluar cukup besar. Namun, kita bisa recovery cepat di 2009. Ketika kita punya fundamental kuat dan menarik, asing yang keluar akan ada yang menggantikan,” ujarnya.

Selain itu, dia tetap menyakini industri pasar modal masih akan kebanjiran dana asing yang masuk lantaran fundamental ekonomi Indonesia yang masih menunjukkan pertumbuhan ditahun 2012.

Kata Eddy, sejauh ini masih positif, dana asing di bursa saham sekitar Rp10 triliun dan belum melihat adanya penarikan dana keluar. Oleh karena itu, Eddy optimis dana asing masih akan masuk ke dalam negeri..

Selama ini aset investor asing sendiri di dalam negeri cukup mudah masuk dan keluar dan kondisi itu menjadi perhatian khusus pemerintah dan masyarakat dalam negeri untuk sama-sama membuat dana asing itu tetap di Indonesia.

Sebelumnya, Eddy Sugito pernah bilang, pada tahun 2012 ditargetkan kapitalisasi pasar modal bisa tumbuh 30% atau sekitar Rp 700 triliun. Pada akhir 2011 kapitalisasi pasar BEI tumbuh 8,93% menjadi Rp3.537 triliun dibandingkan Rp3.247 triliun akhir 2010. “Kalau melihat pertumbuhan di tiap tahunnya, kapitalisasi pasar kita diasumsikan bisa meningkat 30% atau setidaknya Rp700 triliun,”kata Eddy.

Menurut dia, jika menghitung berdasarkan asumsi 30% tersebut, pertambahan jumlah dana di BEI akan mencapai Rp1.000 triliun pada 2012. Artinya, kapitalisasi pasar BEI akan menuju Rp4.500 triliun dan untuk mendapatkan tambahan likuiditas tersebut tentu dibutuhkan konfidensi tinggi dari pelaku pasar guna menggelontorkan dananya di pasar saham. (bani)

Related posts