Tsunami Jepang Ancam Keberlangsungan Bisnis BUMN - Bencana Jepang

NERACA

Jakarta – Gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang memberikan dampak negatif terhadap iklim investasi yang harus menggentikan sementara operasionalnya. Salah satunya yang jadi korban adalah investasi Pertamina.

Menteri BUMN, Mustafa Abubakar mengatakan, gelombang tsunami Jepang diakui memberikan dampak buruk terhadap investasi perusahaan-perusahaan BUMN di negeri Sakura terganggu."Saya kira sebagian perusahaan seperti Pertamina akan terganggu bisnis perminyakannya,"katanya di Jakarta, Senin (14/3).

Investasi Pertamina di Jepang memiliki cabang-cabang fasilitas pendukung. Selain itu, pembeli terbesar minyak Pertamina adalah Jepang dan Korea. Dengan demikian, guna menghindari potensi kerugian yang lebih besar lagi, kini pemerintah tengah berupaya mencari jalan keluar. "Pertemuan di Bogor bersama Presiden SBY akan membahas agenda bisnis Indonesia setelah tsunami di Jepang termasuk menyikapi hal tersebut,"ungkapnya.

Kendatipun demikian, Mustafa mengharapkan kerja sama dengan Jepang terus berlajut dan diyakini gangguan ini tidak terlalu lama. Pasalnya, Jepang sebagai negara maju tidak akan butuh waktu lama untuk pemulihan kembali sehingga kerja sama dengan Indonesia tidak berpengaruh besar. "Sebagian akan mempengaruhi dari kemampuan dan keseriusan mereka, kan ada yang tidak terkait langsung, saya harap bisa berlanjut. Dengan ini maka Jepang kan butuh dana untukrecovery, kalau dibandingkan kemampuan Jepang saya kira tidak lama merekarecovery, kerja sama dengan Indonesia pun saya harap tidak besar kontribusi pengaruhnya," tambahnya.

Industri Batubara Tidak Terganggu

Sementara ditempat terpisah Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai ekspor batu bara Indonesia ke Jepang tidak akan terpengaruh akibat bencana tsunami yang baru-baru saja terjadi. "Dalam waktu dua tahun kedepan saya kira permintaannya akan konstan saja," ujar Ketua Umum Perhapi Irwandi Arif.

Irwandi menjelaskan, kebutuhan batu bara di Jepang tahun ini sebesar 135 ribu juta ton atau naik dari tahun 2010 yang sebesar 125 juta ton. Dengan terjadi bencana di Jepang tidak akan membuat ekspor batubara ke Jepang menjadi turun. "Dalam jangka pendek saya pastikan belum. Tidak akan signifikan dalam konsumsi batubara. Jepang masih konstan pertahunya, antara 125 samapai 135 juta ton pertahun," tukasnya

Sebelumnya, keyakinan industri batubara tidak akan terganggu dengan gempa dan tsunami Jepang, diakui oleh Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk Devindra Ratzarwin. Pasalnya, Adaro sebagai produsen batubara swasta nasional terus mengirimkan pasokan batubara ke Jepang. "Penjualan batu bara Adaro ke Jepang sekitar 4 juta metrik ton atau sekitar 9% dari target produksi tahun ini sekitar 46-48 juta metrik ton. Kami yakin bahwa pengiriman batu bara Adaro ke Jepang tidak terganggu,"tandasnya.

Seperti diketahui, perseroan memiliki sejumlah pengiriman batu bara ke Jepang, Hong Kong, Malaysia, India, Itali, Inggris, Spanyol, dan east coast US. Perseroan mencatatkan volume penjualan sebesar 43,8 juta metrik ton dan produksi sebesar 42,2 juta metrik ton pada 2010. Hingga September 2010, perseroan mencatatkan pendapatan usaha Rp18,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,69 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pengumuman Kabinet Baru - Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Pembentukan susunan kabinet baru Joko Widodo –Ma’aruf Amin masih menjadi sentimen positif terhadap laju indeks harga saham…

Penjualan Sunson Textile Tumbuh 4,9%

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) membukukan penjualan sebesar Rp 317,98 miliar atau…

Bisnis Makin Legit, ROTI Raup Untung 211,7 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berhasil membukukan untung bersih sebesar Rp 211,7…