WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar - Geliat Bisnis Jalan Tol

NERACA

Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR) memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp 206,57 miliar kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Pinjaman tersebut dikenai bunga sebesar 17% per tahun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

CCT merupakan anak usaha WTR dengan kepemilikan 90% saham. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi dana operasional CCT. Dengan adanya pinjaman tersebut, CCT dapat memaksimalkan kinerja usahanya dan diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi WTR sebagai pemegang saham CCT. Lebih lanjut, manajemen Waskita menyebutkan bahwa pinjaman yang diberikan mencapai 0,71% dari nilai ekuitas Waskita Karya yang mencapai Rp 29,22 triliun dan 0,94% dari ekuitas WTR yang mencapai Rp 21,92 triliun.

Adapun pinjaman ini memiliki tenor hingga 7 Mei 2020. Transaksi termasuk dalam transaksi afiliasi karena WTR merupakan anak usaha Waskita Karya dengan kepemilikan saham sebesar 80,56%. Sementara CCT merupakan anak usaha WTR dengan kepemilikan saham sebesar 90%. Sementara itu, PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha tidak langsung Waskita Karya sebelumnya mengantongi fasilitas kredit cash deficiency support (CDS) senilai Rp 600 miliar dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IFF).

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi dana tunai operasional jalan tol Pemalang Batang. Sedangkan WTR yang menguasai 60% saham PBTR mengelola jalan tol sepanjang 39,2 kilometer (km). Pemalang-Batang mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp 7,49 triliun. Presiden Direktur Pemalang Batang Toll Road Supriyono mengatakan, perseroan dapat menggunakan CDS, jika sewaktu-waktu dibutuhkan guna menutupi beban operasi yang dikeluarkan. Sesuai rencana, CDS memiliki tenor hingga 24 November 2035.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengatakan, pemberian fasilitas CDS ini menegaskan komitmen IIF sebagai penyedia pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Kesepakatan ini juga merupakan pencapaian penting bagi IIF, karena dapat memberikan solusi pembiayaan inovatif yang sulit diberikan oleh bank konvensional.

Sebagai informasi, tahun ini PT Waskita Karya Tbk sebagai induk usaha kembali memangkas target nilai kontrak baru menjadi Rp 35-40 triliun. Sedangkan, hingga kuartal ketiga, WSKT baru memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 15,12 triliun. Namun demikian, WSKT tetap optimistis bisa capai target karena perusahaan tengah mengikuti beberapa tender di Kalimantan dan Luar Negeri.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Shastia Hadiarti pernah bilang, potensi tambahan nilai kontrak baru bersumber dari proyek infrastruktur seperti jalan tol, jalur kereta api dan bendungan dengan skema turnkey maupun progress payment. Lebih lanjut, Waskita Karya menargetkan perolehan laba di tahun ini mencapai Rp 2-3 triliun. Sementara itu, hingga kuartal III-2019 perusahaan baru mengantongi laba Rp 1,15 triliun. Perolehan tersebut anjlok 69,29% yoy.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…