Drama Harley Jadi Pil Pahit Performance Garuda - Harga Saham Tertekan

NERACA

Jakarta – Drama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali berlanjut, setelah sebelumnya laporan keuangan ditolak oleh komisaris hingga cacat, kini kasus penyelundupan komponen motor Harley-Davidson dalam pesawat anyar Garuda langsung dari Francis memberikan tekanan terhadap perdagangan saham GIAA.

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sepekan kemarin turun cukup dalam seiring dengan mengemukanya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh direksi maskapai pelat merah tersebut. Harga saham perusahaan berkode emiten GIAA ini anjlok 56 poin atau 10,37% dari level Rp 540 pada Senin (2/12) menjadi Rp 484 per saham pada penutupan perdagangan kamis (5/12). Untuk Jum’at saja harga saham GIAA ini turun 12 poin atau 2,42% dari level Rp 496 per saham.

Kondisi ini menjadi pil pahit Garuda di tengah upaya perseroan untuk mencatatkan performance kinerja keuagan yang positif. Merespon kasus penyelundupan yang dilakukan salah satu direksi GIAA, pemerintah melalui Kementerian BUMN memberikan sanksi tegas dengan mencopot direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Selanjutnya, kemeng BUMN menegaskan Plt. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diambil dari internal yaitu Fuad Rizal. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, penunjukkan Plt. Direktur Utama pasca pencopotan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra bertujuan supaya operasional perseroan tetapi bisa berjalan dengan baik,”Diambil dari internal," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Arya menyatakan pejabat Plt. akan memimpin maskapai pelat merah tersebut hingga ditetapkan direktur utama baru seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kendati demikian hingga kini Arya mengaku belum ada gambaran siapa sosok yang akan dipilih menjadi direktur utama Garuda Indonesia. Yang jelas, lanjutnya, sosok yang akan dipilih merupakan yang terbaik dan paham betul mengenai manajemen, keuangan, serta memiliki jaringan yang luas untuk pengembangan Garuda ke depan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Ashkara karena keterlibatannya dalam kasus penyelundupan komponen motor Harley-Davidson dalam pesawat anyar Garuda, yang didatangkan dari Prancis.

Keputusan ini diambil setelah penyelidikan lebih lanjut yang dilaksanakan oleh komite audit perusahaan. Selain itu, Dewan Komisaris Garuda juga telah mengirim surat kepada Erick yang menekankan integritas dan good corporate governance harus dilaksanakan. Erick memaparkan pembelian komponen Harley-Davidson tersebut merupakan pesanan Askhara melalui pegawainya. Pembelian dilakukan pada April 2019 dan proses transfer dari Jakarta dilakukan melalui rekening pribadi Finance Manager Garuda yang berada di Amsterdam.

Menurut data RTI Infokom, tekanan terhadap harga saham Garuda berasal dari investor lokal yang banyak melepas kepemilikannya terhadap saham ini. Tren penurunan harga saham Garuda Indonesia pekan kemarin dimulai seiring dengan mencuatnya pemberitaan tentang dugaan penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson dan dua unit sepeda Brompton dalam pesawat Garuda yang baru mendarat setelah diserahterimakan oleh Airbus di Toulouse, Perancis.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…