Tigaraksa Kuras Rp 63,3 Miliar Kembangkan Blue Gaz Indonesia

NERACA

Jakarta – Perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menganggarkan dana Rp 63,3 miliar untuk pengembangan anak usaha PT Blue Gas Indonesia pada tahun 2012.

Direktur Tigaraksa Satria Budy Purnawanto mengatakan, Blue Gas Indonesia akan dikembangkan menjadi produsen kompor gas, selang, regulator dan tabung gas isi ulang dengan merek Blue Gas, “Ditahun ini kita akan fokus kembangkan anak usaha Blue Gaz,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, dana untuk pengembangan anak usaha berasal dari total belanja modal perseroan ditahun ini sebesar Rp 82 miliar. Dimana dana tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan dengan komposisi 50% : 50%.

Untuk pinjaman perbankan, perseroan sudah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Commonwealth Bank.

Kata Budy, dana belanja modal (capex) untuk Blue Gas Indonesia sebesar 75% atau sekitar Rp 63,3 miliar dalam rangka refilling center Surabaya. Asal tahu saja, Tigaraksa Satria berencana memindahkan pabrik BGI dari Margomulyo Surabaya, ke kawasan Industri Gresik. Pada tahap awal Rp 24,5 miliar sebagai dana pengadaan tanah.

Nantinya, perseroan juga akan membeli 200 ribu tabung baru senilai Rp 35 miliar dalam rangka refilling tersebut. Sementara Direktur Utama BGI Husen mengatakan, pabrik baru di Gresik akan berkapasitas empat kali lipat lebih besar dibandingkan pabrik Margomulyo.

Dia menuturkan, seluruh produksi gas rumah tangga ini untuk memasok pelanggan di pulau Jawa. "Bisnis Blue Gas akan tumbuh, namun persentasenya seperti disampaikan porsi 6% dalam grup Tigaraksa. Dari awal Rp 150 miliar (pendapatan) menjadi Rp 400 miliar," ujar Husen.

Selama ini BGI tetap menjual dengan sistem paket. Paket satu, dengan jenis dua kompor, regulator dan tabung gas dihargai Rp 1 juta. Untuk satu kompor Rp 600 ribu. Sementara untuk isi ulang dibandrol Rp 60 ribu atau lebih mahal karena non subsidi.

Budy menambahkan, walaupun sudah memastikan akan fokus dalam Blue Gas Indonesia, TGKA tetap mencari beberapa prinsipal baru untuk tahun ini. "Target kami ada tambahan antara dua hingga tiga prinsipal baru. Dan akan ada yang mulai kami distribusikan di pertengahan tahun ini," ujarnya.

Target Laba Bersih

Selain itu, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2011 sebesar Rp 108,49 miliar atau menyusut 0,15 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 108, 658 miliar, “Untuk tahun ini, kami menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 15%," kata Presiden Direktur TGKA Lianne Widjaja.

Pada 2011 ini, perseroan juga mencatat kenaikan pendapatan 16,36% menjadi Rp 6,47 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,56 triliun. Namun, dia menjelaskan, beban usaha ikut naik seiring dengan pendapatannya, yaitu sebesar 17,79% menjadi Rp 446,78 miliar.

Kemudian untuk laba bersih lebih rendah dari penjualan, lantaran ada penurunan margin. Tahun 2011 salah satu prinsipal menurunkan margin sehingga menyebabkan laba bersih bersih turun.

Selanjutnya, laba perseroan juga tertekan kenaikan beban bunga dan provisi bank sepanjang tahun lalu sebesar 55,5% menjadi Rp 53,2 miliar. Beban lain-lain juga naik 96,9% menjadi Rp 39 miliar. Pada tahun yang sama, perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp 188 miliar. Sedangkan penjualan bersih sebesar Rp 6,473 triliun atau meningkat sebesar 16,38% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tahun ini juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 63,50 per lembar saham.

Total dividen yang dibagikan perseroan sebesar Rp 58,32 miliar atau sekitar Rp53,7 dari laba bersih yang dibukukan pada 2011 senilai Rp 108 miliar. Rencananya, dividen akan dibagikan pada 28 Mei 2012 mendatang. (didi)

Related posts