Wika Gedung Bidik Kontrak Baru Tumbuh 25%

NERACA

Jakarta – Tahun depan, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar dua digit,”Pertumbuhan kontrak baru pada 2020 ditargetkan berkisar 15% hingga 25% dari pencapaian Desember 2019," kata Syailendra Ogan, Direktur Keuangan Wijaya Karya Bangunan Gedung di Jakarta, pekan lalu.

Sepanjang tahun ini, perseroan sebelumnya menargetkan kontrak baru senilai Rp11,98 triliun hingga akhir tahun dengan membidik berbagai proyek pemerintah, BUMN, dan swasta. Seiring dengan kenaikan target pertumbuhan kontrak baru tersebut, perseroan juga berencana meningkatkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex).

Menurut Syailendra, potensi peningkatan capex ini karena proyek-proyek yang ditargetkan dapat direalisasi pada tahun ini sebagian mundur ke tahun depan. Namun, terkait dengan nilai capex yang dianggarkan, Syailenda menyebutkan sampai saat ini perseroan masih membahas anggaran serta alokasinya. Untuk tahun ini, capex yang disediakan WEGE senilai Rp1,13 triliun. Mengenai rencana penggunaan capex pada tahun depan, Syailendra menuturkan masih sama seperti alokasi tahun ini. "Penggunaan capex untuk modal kerja, pengembangan bisnis konsesi, serta pengembangan untuk anak usaha," jelasnya.

Adapun untuk nilai sasaran pendapatan dan laba tahun depan, perseroan baru akan menyampaikan setelah buku rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2020 disahkan pada minggu keempat bulan Desember tahun ini. Target pertumbuhan kontrak baru WEGE sejalan dengan induk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., yang memasang target raihan kontrak baru sebesar 20% hingga 25% dari capaian tahun ini untuk 2020. Pada akhir 2019, emiten dengan ticker WIKA ini menargetkan realisasi kontrak baru senilai Rp61,74 triliun.

Sepanjang 9 bulan 2019 WEGE membukukan laba bersih senilai Rp302,61 miliar. Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tersebut tumbuh 4,80% secara tahunan dari Rp288,74 miliar. Laba bersih perseroan didapatkan dari pendapatan bersih yang senilai Rp3,37 triliun atau turun 12,91% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp3,87 triliun.

Pendapatan perseroan didominasi oleh jasa konstruksi senilai Rp3,25 triliun, diikuti oleh sektor properti senilai Rp72,80 miliar. Selain itu, terdapat juga pendapatan dari konsensi senilai Rp13,67 miliar dan industri senilai Rp36,02 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan belum mencatatkan pendapatan dari dua sektor ini.

BERITA TERKAIT

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Tegaskan Hormati Segala Proses Hukum

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menghormati proses hukum yang berjalan terkait dengan ditetapkannya SW sebagai pejabat kepala Divisi…

Targetkan Dana IPO US$ 1 Miliar - Lion Air Rencanakan Akuisisi Armada Pesawat

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Lion Mentari Airlines (Lion…

Satu Global Serap IPO Agro Yasa Lestari

NERACA Jakarta – Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)…