Belanja Modal Diperkirakan Capai 8% - Pada Kuartal Pertama 2012

NERACA

Jakarta - Pemerintah mengklaim penyerapan anggaran negara pada kuartal I-2012 naik 1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. realisasi belanja modal hingga triwulan I 2012 telah mencapai 8%. “berdasarkan data, belanja modal pada kuartal I telah mencapai 8%. naik 1% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta.

Menurut Agus, rata-rata keseluruhan realisasi penyerapan anggaran belanja negara membaik dibandingkan dengan periode yang sama beberapa tahun yang lalu. Namun demikian, lanjut Agus, diperkirakan belanja akan sedikit melambat karena setiap Kementerian-Lembaga harus membuat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang baru selesai setelah pengesahan APBN-Perubahan. “Karena ada proses APBN perubahan itu, maka di bulan Maret pasti akan ada sedikit tertahan,” tambahnya

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengharapkan DIPA baru ini dapat menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan penghematan sebesar Rp18,9triliun demi menekan defisit anggaran. “Dalam APBN-perubahan ada penghematan sebesar Rp18,9triliun dan juga nantinya ada beberapa Kementrian Lembaga yang memperoleh alokasi tambahan. Semua itukan harus dirapikan dulu DIPAnya,” lanjutnya.

DIPA akan mulai berlaku efektif, tambah Mantan Dirut Bank Mandiri, setelah Kementrian Lembaga menyelesaikan rencana kerja tahunan dengan mitra kerja masing-masing KL dengan DPR yang diperkirakan bisa selesai akhir April. “ada beberapa Kementerian Lembaga yang harus menyelesaikan pembahasan dengan DPR tetapi kita harapkan akhir April ini sudah bisa efektif,” tuturnya. Demi memaksimalkan penyerapan anggaran yang lebih efektif dan lebih baik lagi, Agus mengharapkan agar revisi Perpres 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa segera selesai sehingga penyerapan anggaran dapat lebih maksimal.

Selain itu, Menkeu meminta Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPA) untuk terus memberikan evaluasi terhadap kinerja pemerintah dalam menyerap belanja yang telah ditetapkan dalam APBN-Perubahan. "Saya berharap TEPA bisa terus memonitor dan menjaga agar semua realisasi Kementerian Lembaga bisa baik," ujarnya. Pemerintah dalam APBN-Perubahan 2012 menetapkan belanja modal sebesar Rp168 triliun, sedangkan belanja negara ditetapkan sebesar Rp1.548,3 triliun.

Sementara itu, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana juga berharap agar pengeluaran untuk belanja modal pada kuartal satu bisa melebihi target. Ia beralasan kecilnya penyerapan anggaran belanja modal pada kuartal I lebih dikarenakan perlu persiapan. Pasalnya menurut Armida, untuk belanja modal perlu persiapan seperti contoh persiapan lelang. "Jadi sekarang ini sebagian baru tahap lelang, setelah lelang baru di eksekusi," tuturnya.**bari

Related posts