BPD Klaim “Cepat” Turunkan Bunga

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia (BI) mengungkapkan selama kuartal satu 2012 ternyata Bank Pembangunan Daerah (BPD) menurunkan suku bunga kredit dan deposito paling besar dibandingkan bank lain. Penurunan terbesar suku bunga deposito satu bulan terjadi pada kelompok Bank BPD yakni sebesar 66 basis poin (bps). Sementara kelompok bank asing, bank swasta dan persero masing-masing menurunkan suku bunga deposito satu bulan sebesar 24,38 dan 33 bps

Hal ini terungkap dari Tinjauan Kebijakan Moneter kuartal satu di Jakarta,14/4. Selain tercatat menurunkan bunga deposito paling besar, lanjut BI, BPD juga tercatat menurunkan bunga kredit paling besar. Dalam tinjauan BI disebutkan juga, BPD selama kuartal satu menurunkan bunga Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 224 bps, kredit investasi 116 point dan kredit kerja 277 bps

Sementara itu, bank swasta dan persero, selama kuartal satu tahun ini hanya tercatat menurunkan suku bunga kredit sebesar dua dan delapan bps.

Sebelumya, Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan melalui 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada tahun lalu mencapai Rp3,71 triliun. Jumlah ini melebihi target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,75 triliun. "Sesuai dengan Surat Keputusan Menko Perekonomian selaku Komite Kebijakan Penjamin Kredit/Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi, telah ditetapkan 13 BPD sebagai Bank Pelaksana KUR. Realisasi penyaluran KUR hingga Desember 2011 adalah Rp3,71 triliun atau sebesar 135 persen dari total target Rp2,75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 74.721 orang," kaat Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia beberapa waktu lalu.

Keberhasilan di penyaluran KUR pada 2011 ini, kata Winny, mendorong Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan 13 BPD lagi sebagai pelaksana baru KUR pada tahun ini.

Dengan demikian 26 BPD telah menjadi pelaksana KUR dengan target penyaluran sebesar Rp5,25 triliun. Winny memaparkan terdapat beberapa keberhasilan yang diraih selama dirinya menjadi Ketua Umum Asbanda.

Keberhasilan itu antara lain kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi yang dikenal dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selain di sektor perumahan, Asbanda juga telah berhasil memfasilitasi program kredit sindikasi di bidang pembangunan infrastruktur di daerah. Menurut Winny, sebanyak 23 BPD telah menandatangani kredit sindikasi proyek PLN untuk membangun 13 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai Rp4,732 triliun di beberapa provinsi, antara lain NTT dan Maluku Utara. "Melalui Musyawarah Kerja Nasional ini, Asbanda dan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI) bertekad mewujudkan sistem perbankan yang efisien guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Sehingga BPD benar-benar tampil sebagai Regional Champion,” pungkasnya.**cahyo

Related posts