Petani Minta Turunkan Suku Bunga - Di Sulut

NERACA

Manado---Petani di kawasan klaster kentang Modoinding, Modayag dan Passi(Modassi) di Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) minta perbankan menurunkan tingkat suku bunga di bawah 1%. "Kami minta perbankan yang sudah bekerja sama dengan petani kentang di Modassi menurunkan tingkat suku bunga di bawah satu persen, dengan demikian petani dapat memperoleh keuntungan," kata Sangadi(Kepala Desa) Guaan, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Tony Sumayku, di Manado, Sabtu.

Tony mengatakan, kerja sama pengenaan suku bunga pinjaman sebesar satu persen yang selama ini sudah dipratekkan dalam kenyataan belum mampu sepenuhnya memberi keuntungan bagi petani. "Bagi petani yang fokusnya pada perbanyakan benih, suku bunga pinjjaman tidak menjadi masalah, karena sebagian mereka masih menikmati bantuan baik perbankan, swasta ataupun pemerintah," tambahnya

Yang menjadi masalah bunga tinggi justru adalah petani produsen, ini disebabkan harga jual komoditas pertanian yang sering berfluktuasi sehingga perlu modal cukup untuk mengatasi kerugian. "Pengeluaran petani produsen sangat tinggi dan sering menjadi beban berat terhadap pendapatan yang diterima, karena itu jalan keluarnya pembiayaan bank harus lebih rendah tingkat suku bunganya,"ujarnya. **cahyo

Direktur Utama PT Bank Sulut, James Salibana mengatakan, penetapan tingkat suku bunga yang dikenakan terhadap debitur, ada hitung-hitungnya, jadi tidak seenaknya saja menurunkan atau menaikkan tingkat suku bunga. "Tetapi kami akan mempelajari, bila dari aspek bisnis masih menguntungkan bank, maka kemungkinan penurunan tingkat suku bunga bisa saja dilakukan," kata James.

Pada dasarnya, kata James, Bank Sulut ingin mendorong pertanian berkembang khususnya di kawasan klaster kentang Modassi, untuk itu penghitungan suku bunga akan dilakukan kasus per kasus. **cahyo

Related posts