Pembersihan BUMN

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo

Pengungkapan penyelundupan berdalih onderdil sepeda motor membuat gempar dunia penerbangan nasional dan Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya turun tangan dengan memecat Dirut PT Garuda. Bisa jadi kasus ini bukanlah yang pertama sehingga leluasa memasukan barang yang tidak sesuai prosedural untuk kepentingan pribadi. Di satu sisi, mungkin karena kekuasaan juga maka seseorang bisa leluasa memainkan perannya yang pada akhirnya justru merugikan negara sementara di sisi lain sejumlah koleganya yang diduga tidak senang dengan keperilakuan tersebut akhirnya mengungkap ke publik dan akhirnya viral dan menjadi headline berita nasional sehingga membongkar kedoknya.

Jika dicermati Menteri BUMN Erick Thohir nampaknya dalam sebulan terakhir pasca dilantik sebagai menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju di era kepemimpinannya Jokowi bersama Ma’ruf Amin dibuat pusing dengan dua kasus. Kasus pertama adalah temuan bahwa hampir semua BUMN ternyata mempunyai bisnis sampingan berupa hotel. Padahal, bisnis perhotelan bukan core business dari sejumlah BUMN tersebut dan tentu ini menjadi pertanyaan bagaimana pembiayaannya dapat disetujui sedari awal dan bagaimana bisa kasusnya ada di sejumlah BUMN? Apakah ada yang mecoba bermain ‘tutup mata’ dibalik kasus ini? Bahkan ada diantaranya yang memiliki lebih dari 1 (satu) hotel.

Persoalan menjadi lain jika hanya terjadi di satu BUMN sehingga bisa dinyatakan hal ini sebagai kasus tapi kalau terjadi di sejumlah BUMN maka pertanyaan yang muncul bagaimana ini bisa terjadi? Jika dicermati kasus seperti ini seharusnya dapat terdeteksi sedari awal. Implikasinya mengapa sejumlah Menteri BUMN sebelumnya sampai tidak tahu adanya bisnis terselubung dari sejumlah BUMN yang memiliki hotel? Apakah ini juga berpengaruh terhadap temuan kerugian dari sejumlah BUMN? Fakta dibalik kasus ini akhirnya justru menempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai ‘pahlawan’ yang bisa membongkar bisnis gelap sejumlah BUMN yang pada akhirnya justru berdampak terhadap kerugian yang dialami sejumlah BUMN karena diluar core business-nya.

Kasus kedua adalah penyelundupan berdalih onderdil sepeda motor yang jika dirakit akhirnya menjadi sebuah motor. Hebatnya lagi, bukan cuma motor harian tetapi sebuah moge yang memiliki segmen penggemar sangat terbatas. Yang menjadi pertanyaan yaitu apakah sekelas Dirut dan bukan sembarang Dirut dari korporasi rendahan tidak mampu membeli mainan kuda besi sehingga harus mempertaruhkan harga diri dan jabatannya hanya demi sebuah mainan kuda besi? Bisa jadi kasus ini bukanlah yang pertama dan mungkin ini adalah titik apes – sial dari yang bersangkutan karena legalitas dari suatu kegiatan pasti akan terbongkar dan hal itu sejatinya hanya menunggu waktu saja.

Oleh karena itu, pas kebetulan ada komitmen bersih-bersih BUMN di bawah komando yang baru yaitu Menteri BUMN Erick Thohir maka kegiatan itu terbongkar dan apesnya lagi langsung dicopot jabatan Dirutnya. Bahkan, tidak berselang lama juga muncul isu kasus lain sebuah mobil mewah juga di kargo dalam pesawat Garuda.

Jika mencermati sejumlah kasus diatas maka nampaknya Menteri BUMN Erich Thohir harus bekerja ekstra keras untuk membereskan dan membersihkan BUMN dari benalu yang menggerogoti kinerja. Oleh karena itu, benar adanya jika pemilihan Ahok sebagai Komisaris Utama di PT Pertamina (Pesero) juga diharapkan mampu memberantas mafia migas.

Jadi, komitmen Presiden Jokowi untuk menempatkan orang-orang terbaiknya di sejumlah pos kementerian memang diharapkan bisa berhasil. Jadi, kita tunggu gebrakan Ahok untuk bisa memberantas mafia migas atau jangan-jangan pelakunya sedang tiarap karena tahu kasus Garuda, begitu juga dengan oknum di sejumlah BUMN lainnya yang saat ini juga sedang tiarap sejenak sambil menunggu situasi tenang kembali.

BERITA TERKAIT

Modus Korupsi Jiwasraya

Oleh : Agung Setia Budi, SIP., M.Sos Peneliti Studi Ekonomi Politik Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terdeteksi ketika manajamen…

Dukung Penerapan Industri 4.0

Oleh: Sigit Reliantoro Setditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LH&K  Industri 4.0 yang diperkenalkan oleh Pemerintah Jerman pada pameran…

Pelindo II

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritim Institute (Namarin)   Pelabuhan Indonesia II tengah berada di pusaran kasus mega…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Modus Korupsi Jiwasraya

Oleh : Agung Setia Budi, SIP., M.Sos Peneliti Studi Ekonomi Politik Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terdeteksi ketika manajamen…

Dukung Penerapan Industri 4.0

Oleh: Sigit Reliantoro Setditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LH&K  Industri 4.0 yang diperkenalkan oleh Pemerintah Jerman pada pameran…

Pelindo II

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritim Institute (Namarin)   Pelabuhan Indonesia II tengah berada di pusaran kasus mega…