Perbankan Harus Proaktif Naikkan Serapan KUR

NERACA

Sumut----Pemerintah mendesak kalangan perbankan lebih proaktif meningkatkan penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) yang menjadi salah satu program utama pemerintah. Alasanya saat ini pemerintah berkeinginan berbagai usaha rakyat, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) di tanah air dapat berkembang. “KUR menjadi prioritas dan harus disukseskan. Perbankan perlu proaktif dan kerja lebih keras untuk mengakses masyarakat yang membutuhkan," kata Wakil Presiden Boediono di Simalungun,14/4

Menurut Boediono, Pengembangan UKM tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian nasional yang berbasis usaha kerakyatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, program KUR sangat tepat sehingga harus disukseskan, terutama dari kalangan perbankan yang menyalurkan dananya.

Lebih jauh Wapres mengakui bahwa upaya dalam meningkatkan penyerapan KUR tersebut bukan pekerjaan mudah karena selain membutuhkan SDM yang banyak, prosesnya juga akan menghadapi berbagai masalah. Namun, program untuk meningkatkan perekonomian rakyat melalui KUR tersebut merupakan misi bersama, kalangan perbankan diharapkan tidak menyisihkan tugas dan fungsi tersebut. "Kita tidak ingin ekonomi hanya mengandalkan koorporasi besar, namun lebih baik yang berbasis pada akar rumput," tambahnya

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, penyaluran KUR di Sumut melalui perbankan telah terealisasi sekitar Rp3,64 triliun hingga Februari 2012. Sedangkan program PNPM Perkotaan dan PNPM Desa di Sumut dialokasikan dana Rp642,33 miliar yang akan disebarkan di 420 kecamatan di provinsi itu.

Guna menggenjot penyaluran KUR, maka pemerintah menambahk Bank pelaksana KUR pada 2012. Sehingga bertambah 14 bank dari sebelumnya hanya 19 bank. Pada tahun ini, bank penyalur atau pelaksana program kredit usaha rakyat (KUR) akan bertambah 14 bank, jadi totalnya hingga kini menjadi 33 bank. "Bank pelaksana KUR pada 2012 akan bertambah 14 bank dari sebelumnya hanya 19 bank," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari di Jakarta

Saat ini bank penyalur KUR berjumlah 19 bank terdiri dari 6 perbankan nasional (BRI, Mandiri, BNI, BTN, Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri), serta 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ke-13 BPD tersebut yakni Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku, dan Bank Papua.

Sementara ke-14 bank penyalur KUR baru itu terdiri dari yakni 13 BPD dan BNI Syariah. Sebanyak 13 BPD tersebut adalah Bank Kaltim, Bank Sulsel, Bank NTT, Bank Lampung, Bank Bengkulu, Bank Sumselbabel, Bank Riau-Kepri, Bank Aceh, Bank Sumut, Bank Jambi, Bank Sultra, Bank Sulteng, dan Bank Bali. "Kami targetkan awal tahun ini jumlahnya akan bertambah khususnya dari 13 BPD lainnya yang belum menjadi penyalur KUR sebelumnya," jelasnya. **

Related posts