LPDB Dorong KUKM Manggarai Barat Hasilkan Produk Premium

NERACA

Labuan Bajo - Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB - KUMKM) bersinergi dengan sejumlah stakeholder dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas koperasi serta usaha mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Manggarai Barat , Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan produk premium.

Peningkatan ini dilakukan seiring dengan rencana ditetapkannya Labuan Bajo sebagai tempat wisata kelas super premium oleh Presiden Joko Widodo sehingga hanya bisa diakses oleh turis kelas atas.

“Kementerian Koperasi dan UKM mendukung pencapaian pariwisata super premium dengan menggerakkan koperasi dan UKM di Manggarai Barat dan Flores untuk menghasilkan produk/jasa berkualitas sebagai penunjang pariwisata super premium,” ungkap Victoria Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, pada acara penandatangan Nota Kesepahaman antara LPDB-KUMKM dengan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero (PT.PPI) di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Di saat yang bersamaan diserahkan juga Dana Bergulir LPDB-KUMKM kepada 5 UMKM melalui Bank NTT dan KUR dari Koperasi Obor Mas dan Perbankan serta penyerahan bantuan rombong dari Koperasi Kelautan Perikanan Indonesia.

Victoria menambahkan Kementerian Koperasi dan UKM mendorong berbagai pihak seperti Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo dan Flores, Politeknik, Dekopinda dan perbankan untuk berkolaborasi sesuai kompetensi masing-masing untuk memberikan dukungan dan fasilitas agar produk KUKM bisa diterima wisatawan lokal dan mancanegara.

Ke depan, diharapkan produk yang dihasilkan oleh KUMKM di Labuan Bajo memenuhi standar premium, produk tenun bisa digunakan turis asing dengan melibatkan para desainer, produk kuliner melibatkan chef berstandar internasional.

Diharapkan berbagai pihak seperti Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo dan Flores, Politeknik El-Bajo, Dekopinda dan perbankan termasuk Kopdit-Kopdit Besar di NTT seperti Kopdit Obor Mas untuk berkolaborasi sesuai dengan kompetensi masing-masing dalam rangka memberikan dukungan maupun fasilitas agar produk KUMKM bisa diterima wisatawan premium.

Kemudian, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Luhur Pradjarto, menambahkan Dengan adanya kantor cabang ini anggota koperasi yang ada di Manggarai Barat khususnya yang punya profesi sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah akan mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan termasuk penyaluran KUR

Lebih lanjut, pembukaan kantor cabang Koperasi Obor Mas mendukung program pengembangan daerah pariwisata Labuan Bajo yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai super prioritas. Ini merupakan tantangan bagi pengurus Koperasi Obor Mas bagaimana mereka betul-betul bisa memaksimalkan potensi yang ada di Manggarai Barat dalam upaya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin mengungkapkan sejauh ini baru tujuh koperasi yang dibiayai LPDB. Ketujuh koperasi ini nantinya diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan LPDB dalam menyalurkan dana bergulir.

Namun dia mengakui peran UMKM di Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas. Karena itu, kata Jaenal, dibutuhkan dukungan dari semua pihak supaya untuk memberdayakan UMKM setempat dari sisi manajemen, tata kelola keuangan dan sebagainya.

“Ketika sudah maju, tata kelola bagus baru nanti mengajukan pembiayaan ke LPDB. Supaya mereka juga bisa mendapatkan dana murah dari LPDB.,” ujar Jaenal.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pula Sinergi Dalam rangka Pemberdayaan Koperasi dan UKM yang menghadirkan Narasumber dari LPDB KUMKM yaitu Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Dinas Perindagkop, Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan dan Bank NTT serta para pelaku Koperasi dan UKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu,Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTT Cecilia Sona menambahkan koperasi tumbuh dan berkembang sangat baik di NTT. Jumlah koperasi mencapai 4.185 unit dengan anggota 1,9 juta orang. Ini merupakan modal besar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor pariwisata.

Sedangkan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula mengakui apresiasi dukungan Kementerian Koperasi dan UKM meningkatkan daya saing KUMKM di Labuan Bajo. Sejak Komodo ditetapkan menjadi salah satu keajaiban dunia, kunjungan turis mancanegara ke Labuan Bajo meningkat. “Hal ini membutuhkan produk KUMKM untuk menunjang pariwisata Labuan Bajo yang tengah berkembang,” pungkas Agustinus.

BERITA TERKAIT

Kemendag Menggandeng Swasta dan Masyarakat Hadapi Ekonomi Global

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh unsur pemerintah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia harus diperkuat dalam menghadapi…

Kementan Berharap Gratieks Bisa Mendorong Sektor Ekonomi

NERACA Jakarta‐ Gerakan ekspor tiga kali lipat (Gratieks) yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam waktu singkat diharapkan dapat mendorong sektor…

Kemendag Musnahkan 10.430 Regulator Tekanan Darah Tidak Sesuai SNI

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), memusnahkan 10.430 produk regulator tekanan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Naikkan Harga BBM, SPBU Asing Diduga Langgar Kepmen ESDM

Jakarta-SPBU asing seperti Shell dan Total diduga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, harga BBM di SPBU asing tersebut…

Pemerintah Melakukan Lintas Kementerian Menuju Pertanian Mandiri

NERACA Jakarta - Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan ketahanan pangan salah satunya yaitu dengan menjalin kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian…

Persiapan WTO, Kemendag Lobi Menteri WTO

NERACA Jakarta – Pada hari etrakhir dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss Kementerian Perdagangan melobi beberapa menteri yang…