Penuhi Modal US$ 200 Juta, Holcim Pilih Pinjam Bank - Bangun Pabrik di Tuban

NERACA

Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masih akan memprioritaskan fasilitas pinjaman perbankan dibandingkan penerbitan obligasi untuk mendanai pembangunan pabrik di Tuban Jawa Timur tahun ini.

Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Eamon Ginley mengatakan, pembangunan pabrik di Tuban masih akan menggunakan pinjaman perbankan dan saat ini pembangunan pabrik sudah mencapai 20% sejak dimulai tahun 2010,”Kita akan mendahulukan pinjaman perbankan untuk danai proyek pembangunan pabrik baru dibandingkan menerbitkan obligasi,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Asal tahu saja, perseroan menganggarkan dana sebesar US$200 juta untuk pembangunan pabrik di Tuban, Jawa Timur tahun ini. Anggaran tersebut merupakan bagian dari total anggaran biaya pembangunan pabrik yang mencapai US$450 juta. "Kami menganggarkan dana sebesar US$200 juta untuk pembangunan pabrik Tuban pada tahun ini dan dana pembangunan pabrik berasal dari kas internal dan pinjaman," ujarnya.

Rencananya, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi 1,7 juta ton dan diperkirakan akan tuntas pada 2013. Maka dengan pembangunan pabrik di Tuban tersebut, emiten produsen semen ini menargetkan produksi semen hampir 10 juta ton pada 2013.

Per 2011, perseroan telah memproduksi semen sebanyak 7,6 juta ton, dengan penjualan domestik mencapai 8,2 juta ton. Nantinya, perseroan akan mempertahankan target pertumbuhan penjualan sama dengan 2011 yang sekitar 30%. Sebagai informasi, target industri semen sekitar 17%. "Target penjualan tumbuh sesuai perkembangan pasar. Penjualan akan dipertahankan 30%," kata Wakil Presiden Pemasaran Holcim Apsara Herman.

Selain itu, perseroan menyatakan telah mengantongi fasilitas kredit ekspor US$150 juta dari BNP Paribas dan KfW Ipex Bank asal Jerman, dengan partisipasi dari agen kredit ekspor pemerintah Jerman Euler Hermes.

Pada tahun lalu, kinerja perseroan mampu mencetak penjualan hingga Rp7,5 triliun dengan kenaikan laba bersih mencapai 25% sebesar Rp1,06 trilliun dari laba bersih Rp 848 milliar di 2010.

Sebelumnya, perseroan menanggarkan total belanja modal untuk tiga tahun mendatang sebesar US$ 500 juta. Dimana sekitar US$ 200 juta dialokasikan pada tahun 2012 untuk mendanai proyek pabrik baru di Tuban Jawa Timur.

Eamon Gialey pernah bilang, belanja modal yang dialokasikan perseroan sebagian besar didapatkan dari pinjaman perbankan, “Hampir 50% dana belanja modal di dapat dari pinjaman perbankan dan sisanya dari kas internal,”paparnya.

Bagikan Dividen

Selain itu, PT Holcim Indonesia Tbk jugaakan membagikan dividen sebesar40% dari laba bersih perseroan tahun buku 2011 yang tercatat sebesar Rp1,06 triliun. Ini berarti pabrik semen tersebut bakal membagi Rp 424 milliar kepada pemegang sahamnya. “Hal tersebut sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham, dengan rencana pembagian dividen senilai Rp55 per lembar saham,” ujar Eamon.

Eamon juga mengatakan, pembagian dividen 2011 ini meningkat jika dibandingkan pembagian dividen pada tahun buku 2010 yang tercatat sebesar 23% atau sekitar Rp195 miliar dari laba bersih perseroan pada 2010 yang tercatat sebanyak Rp 848 miliar. Sebelumnya, perseroan juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp23 per lembar saham pada Agustus 2011. (didi)

Related posts