Saham Bakrieland Kembali Diperdagangkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) ditandai dengan dicabutnya penghentian sementara (suspend) perdagangan saham PT Bakrieland Development Tbk di pasar reguler dan tunai terhitung sejak Rabu (4/12). BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pencabutan dilakukan setelah perseroan menyampaikan laporan kinerja keuangan dan membayar denda atas keterlambatan laporan keuangan.

Saham ELTY disuspensi BEI sejak 1 Juli 2019 akibat belum menyampaikan laporan kinerja keuangan Bakrieland tahun 2018, laporan kinerja keuangan kuartal I-2019, dan laporan kinerja keuangn semester I-2019. Penghentian sementara juga akibat belum dibayarkannya denda atas keterlambatan laporan kinerja keuangan tersebut. Dengan demikian efek perseroan dapat diperdagangkan di seluruh pasar.

Sebelumnya, Presiden Direktur dan CEO Bakrieland Ambono Janurianto mengatakan, perseroan akan memfokuskan pengembangan proyek properti di lahan (land bank) perseroan yang terletak di Jakarta, Sidoarjo, Bogor dan Lampung. Proyek properti yang bakal dikembangkan di Sidoarjo dan Bogor berbasis hunian untuk segmen menengah. “Kami akan memfokuskan pengembangan lanjutan hunian rumah tapak segmen menengah atas di Sidoarjo. Perseroan masih memiliki cadangan lahan yang siap dikembangkan seluas 35 hektare dan lahan yang sudah terbangun baru mencapai 10 ha,” ujarnya, belum lama ini.

Sedangkan pengembangan properti di Nirwana Hills-Bogor, menurut dia, berupa proyek township baru dengan luas area pengembangan 364 ha. Pengembangan dilakukan secara bertahap mulai dari fase I seluas 85 ha dengan target pengembangan lebih dari 1.000 unit rumah, area komersial, club house, dan area terbuka hijau. Perseroan juga menyiapkan proyek di Rasuna Park-Jakarta.

Menurut dia, proyek tersebut berupa pembangunan kembali (re-development) Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) dan Plaza Fesstival area Kuningan Jakarta Selatan.

BERITA TERKAIT

SILO Kantungi Kontrak Baru US$ 265,17 Juta

Di awal tahun 2020, emiten pelayaran PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SILO) melalui anak usahanya, PT Suasa Benua Sukses mengantongi…

Uni Charm Sisakan Dana IPO Rp 882 Miliar

Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal di akhir tahun 2019 dan menjadi emiten dengan nilai emisi IPO terbesar sepanjang…

Iklim Pasar Modal Diprediksi Membaik

Direktur PT BNI Asset Management, Putut Andanawarih memprediksikan iklim pasar modal Indonesia akan membaik bahkan lebih jelas arahnya (clear) sehingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…