Aset Perbankan Syariah Riau Tumbuh 53%

NERACA

Pekanbaru--- Bank Indonesia (BI) menyatakan aset perbankan syariah di Provinsi Riau hingga Februari 2012 mengalami kenaikan 53% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Potensi perbankan syariah di Riau sangat cerah," kata Pemimpin BI Pekanbaru, Hari Utomo, di Pekanbaru, Minggu.

Berdasarkan data BI, pada bulan Februari 2011 aset bank syariah mencapai Rp2,1 triliun, sedangkan pada bulan Februari 2012 jumlah aset sudah mencapai Rp3,3 triliun. Dilihat dari pembiayaan bank syariah, lanjut dia, pertumbuhan pesat juga terlihat, yakni mencapai 41% dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) pertumbuhannya bahkan mencapai 72 persen.

Pertumbuhan DPK bank syariah tahun ini mencapai Rp1 triliun, atau tercatat total DPK 2012 Rp2,5 triliun. "Jumlah yang cukup bagus daripada DPK tahun lalu yang hanya sekitar Rp1,5 triliun," ujar Hari.

Meski demikian, perbandingan keseluruhan aset, pembiayaan, dan DPK Bank Syariah dengan bank konvensional masih minim dibandingkan dengan potensi yang ada. Dari survei yang dilakukan secara nasional, lanjut dia, minat masyarakat untuk menggunakan bank syariah cukup tinggi, yakni 85%. "Namun, pada kenyataannya hanya empat persen saja yang benar-benar memiliki dan menggunakan produk syariah, sementara di Riau 5,2%," katanya.

Menurut Hari, target pertumbuhan bank syariah hanya 5%, sementara realisasinya 5,2%. Namun, karena potensi yang cukup menjanjikan, pihaknya akan terus melakukan upaya peningkatan. **cahyo

Related posts