BTN Sekuritisasi Aset Senilai Rp 2 Triliun - Gandeng Kerjasama SMF

Menjelang akhir tahun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berupaya meningkatkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio (CAR) untuk menjaga laju kredit. Salah satunya dengan melakukan sekuritisasi aset KPR dengan menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk merilis Efek Beragun Aset- Surat Partisipasi atau EBA-SP SMF-BTN 05 senilai Rp 2 triliun.

Direktur Finance, Planning & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (4/12), tahun 2020, perseroan tetap berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Pemerintah, sehingga rasio kecukupan modal BTN harus aman. “Dengan EBA-SP SMF-BTN 05, kami dapat meningkatkan CAR kami sekitar 0,08% setelah dilakukannya transaksi sekuritisasi,“ujarnya.

Dengan CAR yang membaik, Nixon melanjutkan, Bank BTN bisa lebih leluasa melakukan ekspansi kredit perumahan rakyat yang selama ini menjadi bisnis utamanya. Tidak hanya itu, dengan prinsip true sale, dimana Bank BTN menjual putus portofolio KPR dengan kualitas baik, pendanaan yang diraup lewat aksi korporasi ini tidak perlu dikembalikan. Dengan menjadi kreditur asal, dan penyedia jasa/servicer dalam EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN juga berpotensi meraup pendapatan non bunga atau fee based income sebesar kurang lebih Rp 23 miliar pertahun.

Dalam EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN berperan sebagai kreditur asal dan penyedia jasa/servicer, sedangkan SMF berperan sebagai penerbit, arranger dan pendukung kredit, sementara BRI sebagai wali amanat dan Bank Kustodian. Dengan EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN genap melakukan 12 kali sekuritisasi aset. Dalam 2 EBA-SP terakhir yang diterbitkan selalu mendapat sambutan baik dari investor termasuk EBA-SP SMF-BTN 05 yang telah seluruhnya terserap sebanyak Rp 2 triliun,” kata Nixon.

Dengan terserapnya EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN menjadi Bank pertama yang telah 12 kali melakukan transaksi sekuritisasi aset sejak tahun 2009, mencatatkan total nilai EBA sebesar Rp 11,65 triliun. “Dari seluruh transaksi sekuritisasi BTN baik KIK EBA maupun EBA SP, sebanyak 7 transaksi EBA telah dilunasi seluruh outstanding EBA kelas A-nya dengan nilai total sekitar Rp 3,8 triliun sehingga makin mengukuhkan rating id.AAA atau triple A yang disematkan Pefindo,” kata Nixon.

Di tengah kondisi IHSG yang cenderung fluktuatif, EBA-SP SMF-BTN 05 yang memiliki weighted average life 9,09 tahun bisa dijadikan opsi investasi bagi investor, dengan adanya rating AAA (tripe A) dapat memberikan tambahan spread antara 195-197 basis poin dibandingkan dengan instrumen Surat utang negara dengan tenor yang sama. Dari hasil penawaran ke publik, EBA-SP SMF-BTN05 yang dicatatkan di bursa efek tersebut bernilai total Rp2 Triliun dengan masing-masing dibagi dalam tiga kelas, EBA Kelas A seri A1 senilai Rp 574 miliar dan EBA kelas A seri A2 senilai Rp 1,142 Triliun yang ditawarkan melalui penawaran umum, sementara EBA kelas M senilai Rp 24 miliar dan EBA kelas B senilai Rp 260 miliar yang ditawarkan melalui penawaran terbatas. Suku bunga masing-masing ditetapkan untuk Seri A1 memiliki tingkat suku bunga 8,50% dan Seri A2 memiliki tingkat suku bunga 8,75%. EBA-SP seri A ini mendapatkan rating id.AAA. “Pelaksanaan transaksi Sekuritisasi dan berinvestasi di EBA-SP berarti telah mendukung upaya dan program pemerintah dalam hal financial deepening. Sehingga di masa datang, transaksi sekuritisasi secara konsisten akan terus dilakukan,” tutup Nixon.

BERITA TERKAIT

SILO Kantungi Kontrak Baru US$ 265,17 Juta

Di awal tahun 2020, emiten pelayaran PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SILO) melalui anak usahanya, PT Suasa Benua Sukses mengantongi…

Uni Charm Sisakan Dana IPO Rp 882 Miliar

Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal di akhir tahun 2019 dan menjadi emiten dengan nilai emisi IPO terbesar sepanjang…

Iklim Pasar Modal Diprediksi Membaik

Direktur PT BNI Asset Management, Putut Andanawarih memprediksikan iklim pasar modal Indonesia akan membaik bahkan lebih jelas arahnya (clear) sehingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…