Darma Henwa Jajaki Empat Proyek Tambang - Kejar Pertumbuhan Penjualan di 2020

NERACA

Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan di kuartal tiga 2019, seiring dengan pertumbuhan produksi batu bara memacu PT Darma Henwa Tbk (DEWA) untuk menargetkan produksi lebih besar lagi guna mengejar pertumbuhan pendapatan di tahun 2020. Terlebih, emiten pertambangan ini menjajaki empat proyek kontraktor penambangan potensial tahun depan.

Corporate Secretary Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi mengatakan, proyek tersebut diharapkan menaikkan pendapatan dari bisnis di luar jasa penambangan batu bara. "Semua proyek tersebut sedang salam pembicaraan lebih lanjut untuk letter of intent (LoI) sebelum menjadi kontrak baru. Kami berharap penandatanganan salah satu proyek sudah terwujud akhir tahun 2019. Sedangkan sisanya penandatanganan kontrak kemungkinan dilaksanakan pada 2020," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, keempat proyek tersebut terdiri atas pengerjaan pre-mining dan pre-earthworks di Dairi, Sumatera Utara, pengerjaan konstruksi jalan, pertambangan, dan reklamasi di Tombulilato, Blok sungai Mek di Gorontalo. Perseroan juga membidik proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur, eksplorasi dan pertambangan di Palu dan pengerjaan limbah dan pertambangan mineral di Garut.

Kata Mukson, ;peningkatan pendapatan di luar bisnis batu bara ditargetkan dengan memfokuskan pengembangan bisnis pelayanan pelabuhan (port service) melalui anak usahanya, PT Dire Pratama. "Kami juga memiliki usaha di bidang port services dengan layanan jasa pengoperasian pelabuhan batu bara. Namun kami belum bisa menginformasikan fokus pengembangan port service tersebut," jelasnya.

Perseroan juga akan mengembangkan bisnis engineering, procurement and construction (EPC) tahun depan. Menurut dia, pengembangan bisnis tersebut masih dalam tahap feasibility studies. Hingga kuartal III-2019, Darma Henwa mencetak kenaikan laba periode berjalan sebesar 44,32% menjadi US$ 1,19 juta, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$ 826.192.

Kemudian pendapatan bertumbuh 25,97% dari US$ 188,86 juta menjadi US$ 237,92 juta. Muksin mengatakan, pertumbuhan laba ditopang kenaikan volume produksi serta berjalannya efisiensi perseroan. Sedangkan laba bruto (gross profit) turun sebesar 64% menjadi US$ 17,31 Juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai US$ 6,6 juta.

Sebagai informasi, di tengah permintaan batubara yang belum membaik, perseroan mampu meningkatkan kinerjanya. Dari sejumlah proyek pertambangannya, sampai dengan 30 September 2019, perseroan berhasil meningkatkan volume overburden menjadi 82,70 juta Bcm, atau naik 9.1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,78 juta Bcm. Hingga kuartal ketiga 2019, coal delivery atau produksi batubara perseroan mencapai 11,44 juta ton atau meningkat 22,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,37 juta ton.

Saptari Hoedaja, Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk menjelaskan, saat ini perseroan mengelola empat proyek yakni Proyek Batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera. Kemudian, ada pula Proyek Jasa Pelayanan Pelabuhan yang dikerjakan oleh anak usaha perseroan, PT Dire Pratama.

BERITA TERKAIT

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…