Mentan Pastikan Buah Impor Masih Kuasai Pasar Modern - Buah Lokal Hanya 40%

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian memastikan buah impor masih menguasai pasar modern, khususnya di Carrefour, salah satu ritel terbesar di Indonesia. Di pusat perbelanjaan yang kini tengah berkembang pesat itu, persentase buah lokal hanya 40% dari total penjualan buah. Dari total 84 cabang Carrefour di seluruh Indonesia, porsi buah impor masih lebih banyak, yakni sekitar 60% dari total buah yang dijual.

"Saat ini porsi buah lokal di setiap cabang Carrefour di Indonesia memang masih sekitar 40%. Tapi persentasenya terus naik tiap tahun, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, buah lokal jauh lebih banyak dibandingkan impor. Keberadaan pasar moderen saat ini tidak hanya mengangkat kelas produk petani lokal, namun juga meningkatkan kualitas dan keamanan pangan," kata Menteri Pertanian Suswono di sela-sela acara Farmers and Fishermen Week 2012 di gerai Carrefour Lebak Bulus Jakarta, Jumat (13/4).

Karena itu, Suswono meminta pasar modern untuk terus mengurangi porsi buah impor pada outlet-outlet mereka. Mentan berharap agar porsi buah lokal akan jauh lebih banyak dibandingkan buah impor dalam waktu dekat. Suswono juga menginginkan agar supermarket atau hypermarket lainnya turut mencontoh langkah yang telah ditempuh oleh Carrefour tersebut. Dia ingin memastikan bahwa produk-produk pertanian dan perikanan lokal sudah sangat dihargai di pasar moderen.

“Di sini (Carrefour), telah ada Carrefour Quality Line (CQL) yang menilai produk-produk pertanian yang dikelola dengan baik, berbahan baik bisa masuk ke sini. Sehingga menjadikan suatu keuntungan buat petani, karena produknya bisa masuk ke pasar modern," jelasnya.

Menurut dia, masuknya produk pertanian lokal di pasar modern juga bakal meningkatkan daya tawar petani. Selama ini, sambungnya, daya tawar petani sangat rendah. Pasalnya, saat panen petani tidak dapat menahan hasil panennya lebih lama karena membutuhkan uang cepat sementara saat panen banyak harganya jatuh. Dengan adanya sistem yang diterapkan Carrefour, hasil panen petani di beli langsung para Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) tunai dan selanjutnya Gapoktan inilah yang melanjutkannya ke Carrefour. "Cara ini memotong tata niaga pertanian yang selama ini panjang sekali," ujarnya.

Suswono menjelaskan, saat ini keberadaan pasar ritel modern tidak hanya mendongkrak kelas produk petani lokal, tapi juga mampu membuka jalan bagi produk-produk lokal memasuki pasar internasional. Masuknya produk-produk lokal ke pasar ritel modern, lanjut Suswono, merupakan suatu keuntungan bagi para petani, karena produk mereka dapat diterima oleh masyarakat internasional. "Selain itu menjadi pintu masuk menuju pasar internasional, terutama dengan memanfaatkan jaringan Carrefour," kata Suswono.

Dijelaskan Suswono, di dunia usaha ritel, kualitas dan keamanan pangan adalah faktor penting yang memerlukan pengawasan ketat, terutama untuk produk makanan. Penyakit pada hewan, penggunaan bahan kimia untuk pertumbuhan sayuran dan buah serta polusi adalah beberapa hal yang dapat merusak kualitas produk tersebut. "Dalam menghadapi kendala tersebut, kami pun berkomitmen dengan Carrefour untuk menjaga semua kualitas poduk yang ditawarkan kepada pelanggannya," tuturnya.

Sementara itu Head of External Communication and CSR PT Carrefour Indonesia, Hendrik Adrianto, menjelaskan sejumlah produk pertanian yang masuk ke pasar modern yang dia kelola telah mendapatkan jaminan kualitas dari pasar modern tersebut (CQL). Di antaranya apel Malang, pepaya subang jenis california dan wortel medan. Mentan berharap kerjasama itu bisa mendukung pemerintah dalam mempromosikan produk asli Indonesia dan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk impor.

“Selain itu juga mendukung pengembangan para Usaha Kecil dan Menengah di bidang pertanian. Untuk menghasilkan produk berkualitas dan bisa masuk di ritel pasar modern tersebut, pemasok produk harus menerapkan lima nilai, yaitu rasa, keaslian produk, harga yang terjangkau oleh konsumen, keamanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Penyakit pada hewan, penggunaan bahan kimia untuk pertumbuhan sayuran dan buah-buahan serta polusi itu hal yang dapat merusak kualitas produk. CQL ini sebagai komitmen menjaga kualitas produk," papar Hendrik.

Kegiatan Farmers and Fishermen Week bertema "Kampoeng Carrefour, Aneka Hasil Bumi Serba Segar Alami" ini ditujukan untuk promosikan produk lokal meliputi buah, sayur, ikan, daging, dan unggas. Acara yang digelar mulai 2-15 April 2012 ini dilaksanakan serentak di 84 gerai Carrefour seluruh Indonesia. Kegiatan ini melibatkan 49 pemasok dan asosiasi petani, antara lain pemasok buah, sayuran, ayam, ikan, daging sapi, bumbu dan rempah serta kambing/domba. Harapannya, program ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan mengembangkan UKM pertanian dan perikanan kelautan di Indonesia.

Related posts