Aset BUMN Belum Separuh PDB

Selasa, 15/03/2011

Aset BUMN Belum Separuh PDB

NERACA

Jakarta – Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, total nilai aset BUMN pada 2011 mencapai Rp 2.500 triliun atau 40 % dari produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 7.000 triliun. Total aset tersebut belum seimbang dengan total penerimaan pendapatan BUMN sekitar 20%. “Perolehan penerimaan masih di bawah 20%, padahal total aset kita mencapai Rp2.500 triliun. Penerimaan kita lebih kurang Rp1.100 triliun pada 2010,” ungkap Mustafa di Jakarta, Senin (14/3).

Mustafa mengakui banyak aset BUMN yang tidak produktif menjadi beban permasalahan, sehingga perlu ditingkatkan kembali belanja modal dan efisiensi. Karena itu, agar pembangunan lebih cepat dilakukan, dana operasional BUMN harus optimal.“Kita telah melakukan peningkatan upaya yang berlipat ganda. Antara BUMN bersepakat biaya modal dilipat gandakan, dengan efisiensi atau percepatan pembangunan. Karena percepatan dan perluasan tersebut maka meningkat belanja modal meningkat dari Rp 383 triliun menjadi Rp 836 triliun di 2011,” ujarnya.

Mustafa juga mengharapkan aset sehat dapat diproduktifkan. Selain itu, dia juga meminta agar BUMN saling bersepakat untuk bersinergi. “Sesama BUMN itu jangan saling bersaing, bertanding dan membanting. Komunikasi dan sinergi harus dilakukan dan sama-sama membentuk perusahaan besar yang efisien,” imbaunya.

Mustafa menambahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan laba dari bank-bank BUMN akan mencapai 15% pada 2011 ini. “Akan meningkat jauh naik mereka 22%-23% tahun ini dari segi volume kegiatan. Mereka bisa menyampaikan laba 15 persen saja saya bilang sudah bagus,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, dari total pendapatan BUMN pada 2010 sebesar Rp 1.100 dan keuntungannya mencapai Rp110 triliun, bank BUMN menyumbang sekitar Rp24 triliun. “Bank BUMN menyumbang sekita Rp 23,8 triliun samapi Rp 24 triliun,” tandasnya. **ruhy