Aset BUMN Belum Separuh PDB

Aset BUMN Belum Separuh PDB

NERACA

Jakarta – Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, total nilai aset BUMN pada 2011 mencapai Rp 2.500 triliun atau 40 % dari produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 7.000 triliun. Total aset tersebut belum seimbang dengan total penerimaan pendapatan BUMN sekitar 20%. “Perolehan penerimaan masih di bawah 20%, padahal total aset kita mencapai Rp2.500 triliun. Penerimaan kita lebih kurang Rp1.100 triliun pada 2010,” ungkap Mustafa di Jakarta, Senin (14/3).

Mustafa mengakui banyak aset BUMN yang tidak produktif menjadi beban permasalahan, sehingga perlu ditingkatkan kembali belanja modal dan efisiensi. Karena itu, agar pembangunan lebih cepat dilakukan, dana operasional BUMN harus optimal.“Kita telah melakukan peningkatan upaya yang berlipat ganda. Antara BUMN bersepakat biaya modal dilipat gandakan, dengan efisiensi atau percepatan pembangunan. Karena percepatan dan perluasan tersebut maka meningkat belanja modal meningkat dari Rp 383 triliun menjadi Rp 836 triliun di 2011,” ujarnya.

Mustafa juga mengharapkan aset sehat dapat diproduktifkan. Selain itu, dia juga meminta agar BUMN saling bersepakat untuk bersinergi. “Sesama BUMN itu jangan saling bersaing, bertanding dan membanting. Komunikasi dan sinergi harus dilakukan dan sama-sama membentuk perusahaan besar yang efisien,” imbaunya.

Mustafa menambahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan laba dari bank-bank BUMN akan mencapai 15% pada 2011 ini. “Akan meningkat jauh naik mereka 22%-23% tahun ini dari segi volume kegiatan. Mereka bisa menyampaikan laba 15 persen saja saya bilang sudah bagus,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, dari total pendapatan BUMN pada 2010 sebesar Rp 1.100 dan keuntungannya mencapai Rp110 triliun, bank BUMN menyumbang sekitar Rp24 triliun. “Bank BUMN menyumbang sekita Rp 23,8 triliun samapi Rp 24 triliun,” tandasnya. **ruhy

BERITA TERKAIT

DJP Gandeng Bank BUMN Untuk Layanan Elektronik

      NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meningkatkan komitmen dengan Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat…

Tol Laut Yang Belum Sesuai Harapan

  NERACA   Jakarta – Pemerintah memiliki program tol laut. Namun begitu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyoroti salah satu…

KPK Tetapkan BUMN Tersangka Korupsi Korporasi

KPK Tetapkan BUMN Tersangka Korupsi Korporasi  NERACA Jakarta - KPK menetapkan satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Nindya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengelola Dana Jangka Panjang untuk Infrastruktur akan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyambut baik Penandatanganan Akta Perjanjian Surat Berharga…

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Pemerintah Siapkan Penyederhanaan Besar-besaran Perizinan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan penyederhanaan besar-besaran perizinan di Indonesia baik di pusat maupun daerah,…