Produksi Semen SMGR Naik Jadi 22,5 Juta Ton - Pabrik Tuban IV Beroperasi

NERACA

Jakarta - Direktur Keuangan PT Semen Gresik Tbk (SMGR), Ahyanizzaman mengungkapkan, beroperasinya pabrik Tuban IV, Jawa Timur berkapasitas 2,5 juta ton per tahun akan mendongkrak kinerja perseroan pada kuartal I-2012. Pengoperasian ini ditandai dengan penyalaan api di tanur putar (fire on klin) oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

"Selesainya proyek Tubah IV yang sudah fire on pada 5 April 2012 akan memberikan tambahan produksi pada perseroan menjadi 22,5 juta ton per tahun," kata Ahyanizzaman di Jakarta, Jumat (13/4) akhir pekan. Dia menjelaskan, seiring dengan beroperasinya Tuban IV maka diperkirakan kinerja perseroan pada kuartal pertama akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Untuk triwulan pertama, pertumbuhan dan kinerjanya lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. Tapi, belum bisa saya kasih ya, infonya. Tunggu laporan ke Bapepam-LK dulu," ungkap Ahyanizzaman. Penyalaan api sendiri akan berlangsung selama empat hari, dilanjutkan heating up (pemanasan), lalu pada pertengahan April akan dilakukan feeding (pemasukan bahan baku), sehingga, akhir April diharapkan pabrik Tuban IV dapat beroperasi penuh.

Sementara pabrik Tonasa V di Pangkep, Sulawesi Selatan, lanjut Ahyanizzaman, diperkirakan akan beroperasi pada kuartal kedua tahun ini. Sehingga kapasitas produksi perseroan pada akhir tahun 2012 mencapai 25 juta ton per tahun.

Pada 2011, PT Semen Tonasa yang notabene anak usaha SMGR sekaligus pengendali pabrik Tonasa V, memproduksi sebanyak empat juta ton, dan diharapkan pada tahun ini meningkat menjadi 4,6 juta ton, sehingga dengan tambahan produksi dari pabrik kelima sebanyak 2,2 juta ton, maka akhir 2012 total produksi akan mencapai 6,8 juta ton.

Untuk distribusi, sekitar 80% diedarkan di wilayah Indonesia Timur dan sisanya untuk wilayah Nusa Tenggara, serta Jawa. Produsen semen nasional ini mulai memfokuskan pemakaian konversi batu bara medium ke batu bara berkalori rendah.

Saat ini, komposisi pemakaian batu bara untuk proses produksi 60% menggunakan batu bara medium dan 40% dari batu bara kalori rendah. "Selama ini ada banyak daerah yang sering terkendala pasokan semen untuk menyelesaikan proyek infrastruktur, seperti di Kalimantan Timur. Nanti setelah dua pabrik milik Semen Gresik berproduksi, kita harap masalah pasokan bisa teratasi," katanya.

Selama 2011, SMGR mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 14,22% menjadi Rp16,36 triliun, dari tahun sebelumnya sejumlah Rp14,34 triliun. Sementara laba bersih juga mengalami kenaikan sekitar 7,9%, dari Rp3,66 triliun pada 2010 menjadi Rp3,95 triliun pada 2011. Begitu juga laba usaha perseroan meningkat dari Rp4,51 triliun menjadi Rp4,89 triliun. Sedangkan laba per saham yang pada 2010 tercatat Rp613 per lembar, tahun lalu naik menjadi Rp662 per lembar saham. [ardi]

Related posts