Pemerintah Terkesan Plin-Plan - Maju-Mundur IPO Pegadaian

NERACA

Jakarta - Pemerintah, melalui Komite Privatisasi, segera membahas ulang rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Pegadaian (Persero). Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa, Parikesit Suprapto mengharapkan, Komite Privatisasi menyetujui rencana IPO lembaga keuangan pelat merah tersebut.

"IPO Pegadaian akan segera dibahas dengan Komite Privatisasi minggu ini. Kami berharap disetujui supaya bisa dibahas secepatnya dengan Komisi VI DPR," kata Parikesit di Jakarta, Jumat (13/4) akhir pekan.

Lebih lanjut dia menambahkan, proses melantainya Pegadaian di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini diharapkan dapat terlaksana paling lambat akhir 2012. “Kami ingin proses IPO Pegadaian minimal bisa selesai dalam tiga hingga empat bulan ke depan. Sehingga, paling lambat akhir tahun ini terdaftar di pasar modal Indonesia,” tukasnya.

Sebagai informasi, Pegadaian membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp1,48 triliun selama 2011, naik dari periode sebelumnya sebesar Rp1,18 triliun. Kenaikan laba ini disokong pendapatan usaha yang naik 21,8% menjadi Rp5,95 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp4,89 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dipublikasikan Pegadaian pada akhir Maret 2012, menjelaskan beban usaha selama 2011 tercatat Rp4,67 triliun, naik dari Rp3,83 triliun pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat penurunan jumlah outlet sebanyak 334 unit menjadi 4.586 unit.

Sementara nasabah bertambah 2,34 juta menjadi 25,42 juta pada tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat 6,52 juta dari jumlah nasabah di 2010 yang sebanyak 18,9 juta nasabah. Omzet lembaga yang terkenal dengan slogan “Mengatasi masalah tanpa masalah” itu naik sebesar Rp19,4 triliun menjadi Rp81,74 triliun pada tahun lalu dibandingkan periode sebelumnya.

Jumlah aset perusahaan ikut naik menjadi Rp20,22 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya sebesar Rp20,28 triliun. Untuk tahun ini, Pegadaian menargetkan pembiayaan sebesar Rp110 triliun, dengan laba usaha Rp2,2 triliun.

Ini artinya, target pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 34,14 % dari pembiayaan Pegadaian di 2011, yakni Rp82 triliun, atau melampaui target pembiayaan di 2011 yang mencapai Rp80 triliun. Kendati demikian, tahun ini nasabah Pegadaian masih didominasi oleh gadai emas. Alasannya karena emas dianggap sebagai barang gadai yang stabil, praktis, dan riil.

Hanya cari untung

Seperti diketahui, Menteri BUMN, Dahlan Iskan beberapa waktu lalu menegaskan akan mempertimbangkan kembali Pegadaian untuk mencatatkan sahamnya di lantai bursa pada tahun ini.

Padahal sebelumnya, pemerintah sudah menunda rencana IPO Pegadaian di tahun ini lantaran dikhawatirkan orientasinya akan berubah mencari laba atau komersialisasi setelah IPO oleh pemegang saham, daripada membantu masyarakat yang membutuhkan.

Artinya, pemegang saham menghendaki persentase laba yang tinggi dengan cara menaikkan harga saham, sehingga akan berdampak pada suku bunga yang akan diterapkan. Meskipun begitu, di sisi lain, apabila Pegadaian bisa melepas sahamnya di bursa tahun ini, maka perseroan akan mendapatkan dana murah untuk bisa menurunkan bunga.

Selain itu, untuk nasabah yang masuk dalam golongan menengah ke bawah, Pegadaian juga bisa memberikan komitmen untuk tetap membantu. “Prinsipnya, kalau Pegadaian memiliki komitmen tidak menaikkan bunga dan melindungi nasabah miskin yang memiliki persentase lima persen dari total nasabah, kita izinkan IPO. Tapi kalau tidak bisa, ya, tidak usah IPO," papar Dahlan.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Pegadaian, Suwhono menuturkan, perusahaan yang sahamnya masih dikuasai penuh pemerintah ini siap berkomitmen untuk tetap membantu segmen masyarakat menengah ke bawah.

Bahkan, terhitung sejak 1 April 2012, perseroan telah menurunkan suku bunganya menjadi 1,2% per tahun. Mengenai target dana dan jumlah saham yang akan dilepas ke publik, dirinya menyatakan masih menunggu izin resmi dari pemerintah. Namun, Suwhono menegaskan, pihaknya bersama jajaran internal perusahaan sudah menyiapkan diri untuk bisa melantai di bursa untuk menjadi perseroan publik. [ardi]

Related posts