BEI Kembalikan Data Morgan Stanley - Berdalih Kurang Lengkap

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, persyaratan administrasi lembaga keuangan Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley, untuk menjadi anggota bursa (AB) masih kurang lengkap. Untuk itu, BEI mengembalikan dokumen tersebut kepada pihak Morgan Stanley. Hal ini diungkapkan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Presetyo, di Jakarta, Jumat (13/4) akhir pekan.

“Proses proses audit telah selesai kita laksanakan. Tapi, karena masih ada dokumen yang kurang dan harus dilengkapi, maka kita kembalikan ke mereka (Morgan Stanley)," ujar Uriep. Dia juga menambahkan, pihaknya berharap kelengkapan administrasi untuk menjadi AB ini dapat dilengkapi hingga akhir April 2012.

Setelah selesai mengurus kekurangan administrasi, kata Uriep, otoritas bursa lalu mengeluarkan surat konfirmasi (confirmation letter) kepada Morgan Stanley. “Setelah dilengkapi persyaratan ini, Morgan Stanley sudah dapat membeli kursi milik AB dan kami akan mengeluarkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB),” katanya.

Uriep menilai bahwa Morgan Stanley bisa saja menjadi AB, namun tidak seperti yang selama ini dibicarakan, yaitu Morgan Stanley akan membeli kursi AB milik PT Tiga Pilar Sekuritas. “Bisa saja bukan punya milik Tiga Pilar yang diambil, namun bisa kursi AB yang lainnya. Ini tergantung dari Morgan Staley mau beli yang punya siapa,” tukas dia.

Lelang AB

Tak hanya itu, Uriep menginformasikan jika BEI akan membuka lelang kursi AB pada 1 Juni 2012 mendatang. Hal ini dilakukan setelah peraturan terkait lelang kursi telah terbit dan kini memasuki tahapan sosialisasi. “Tentang lelang kursi, yaitu Peraturan BEI No. III-H dan mulai berlaku 1 Mei 2012. Makanya, pelelangan kami adakan di awal Juni," ucap Uriep.

Peraturan BEI no. III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa telah dibahas setelah aturan V.D.5 tentang pemeliharan dan pelaporan modal kerja bersih disesuaikan bergulir awal Februari 2012 lalu. Dia menambahkan, terdapat lima kursi AB yang siap di lelang pada bulan depan.

Sebelumnya telah diketahui, banyak perusahaan sekuritas asing yang mengincang kursi AB di pasar modal Indonesia. Diantaranya Goldman Sachs dan Morgan Stanley, serta perusahaan sekuritas India. Total kursi AB yang tersedia saat ini adalah 125 kursi. Dari jumlah tersebut, 119 diantaranya aktif menjadi perantara perdagangan efek dan atau penjamin emisi efek.

Sementara sisanya masih berstatus suspen atau dihentikan sementara transaksinya, yakni PT Tiga Pilar Sekuritas, PT Dinar Securities, PT Jakarta Securities, PT Financorpindo Nusa, PT Bapindo Bumi Sekuritas, dan PT Optima Securities. Namun, tidak semua AB suspensi layak di lelang. [ardi]

Related posts