Ban Marshal Siap Ramaikan Pasar Indonesia

PT Marshal Tire Indonesia (MTI) mengumumkan diri sebagai pendatang baru di industri ban nasional. Pada 2012 ini, merek asal Korea Selatan ini resmi memasarkan produknya. Ban Marshal sendiri menyiapkan hingga 200.000 unit ban untuk meramaikan pasar di Indonesia. Marshal dibuat di Vietnam, China dan Korea Selatan dengan induk Kumho Tire Co. Ltd.

Menurut GM Penjualan dan Pemasaran MTI John M Arsyad pada saat peluncuran ban Marshal bahwa pihaknya menyasar segmen mobil penumpang, komersial, alat berat dan perkebunan. Selain itu Marshal akan memasarkan produknya untuk semua jenis mobil penumpang.Termasuk, MPV, hatchback atau sedan buntung, SUV, sedan hingga bus dan truk.

“Kami sadar, kategori mobil penumpang paling gemuk adalah MPV. Kami mencoba bermain di sana,” paparnya.

Harga ban Marshal bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga Rp3 juta per unit. Untuk pemasaran, Marshal masih membicarakannya dengan investor lokal. Meski tak menyebut lengkap, John mengaku sejumlah pengusaha lokal sudah menyatakan berminat menjadi agen eksklusif.

Tak hanya itu,seluruh produk Marshal dipastikan memenuhi regulasi pemerintah, Standar Nasional Indonesia (SNI). “Regulasi SNI wajib dengan embos dan akan berlaku mulai Juli (2012) dan kami siap untuk itu,” kata John.

"Produk kami belum terkenal di Asia, tapi kami sudah memiliki reputasi terkenal di pasar Eropa, Timur Tengah dan Australia. Produk kami menawarkan kualitas tinggi desain Eropa," kata Senior Executive Vice President of Head of Sales Kumho Tire Co. Ltd Se Chang Park.

Marshal telah memproduksi lebih dari 5 juta ban dan terjual di 105 negara sejak 1984. PT Marshal Tire Indonesia selaku agen memiliki 20 tipe ban. ”Kami akan fokus menyasar segmen mobil multi purpose vehicle (MPV) seperti Xenia dan Avanza karena MPV menguasai 70% pasar otomotif Indonesia. Kami menjual banyak variasi ban dengan harga ban paling murah Rp. 500 ribu dan paling mahal mobil penumpang sekitar Rp. 3 juta - Rp. 3.5 juta,” tutur John M Arsyad.

John mengaku pihaknya masih menjajaki kerjasama-kerjasama dengan ATPM mobil di Indonesia. Mereka berencana menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan taksi besar.

Pasar yang dituju masih segmen passenger car yang mengisi 70% ceruk pasar otomotif di Indonesia. Mengenai harga, John mengatakan berada di rentang angka Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta per unit. "Secara kualitas kami sangat yakin bisa bersaing dengan merek lain," katanya.

Sebagai langkah awal, MTI menargetkan angka penjualan antara 150.000-200.000 unit ban per tahun. Semua ban sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu mereka juga tengah menyiapkan 10 jaringan penjualan.

Se-chang Park menambahkan pihaknya akhirnya memutuskan hadir melihat pertumbuhan mobil di Indonesia. Setelah menjual 890.000 unit tahun lalu, pada 2012 ini industri otomotif Indonesia melirik angka penjualan 1 juta unit.

Sementara, untuk pasar ban, pada 2011 lalu industri ban Indonesia telah memproduksi sekitar 51,2 juta buah ban, di mana 80% untuk pasar ekspor. Sedangkan pada 2012 target produksi sekitar 52 juta buah ban di tengah melemahnya permintaan dari pasar Amerika Serikat dan Eropa.

"Hal ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia dan juga Asia terus tumbuh. Pertumbuhan penjualan mobil tentunya juga akan mendorong penjualan ban," katanya. (resa/agus)

Related posts