Terjebak Kartu Kredit BII

Saya pemegang kartu kredit BII No. 4423-7403-3427- xxxx. Saya merasa terjebak oleh promo cicilan tetap dari kartu kredit BII.

Sebelum melakukan transaksi pembelanjaan saya menanyakan kepada CS tentang bunga promo. Oleh CS diberitahu bahwa kartu kredit saya berhak atas promo 0,75 % per bulan dengan maksimal cicilan 24 bulan & maksimal penukaran tgl 14 Maret 2011.

Tidak cukup satu kali saya pun beberapa kali bertanya di hari & waktu yang berlainan kepada CS tentang promo tersebut. Salah satunya diberitahu bahwa semua transaksi pembelanjaan dapat dijadikan cicilan tetap dengan maksimal pembelanjaan sesuai limit kartu kredit.

Pada 10 Maret 2011 saya melakukan pembelanjaan Rp 11,4 juta & masih dibawah limit kartu kredit BII saya Rp 12 juta. Pada 12 Maret 2011 saya menelpon CS nya untuk mengubah pembelanjaan tersebut menjadi cicilan tetap.

Alangkah terkejutnya ketika diberitahu bahwa transaksi tersebut tidak bisa diubah menjadi cicilan tetap. Alasanya jika total pokok setelah ditambah dengan bunganya sebesar Rp. 13.452.000 telah melebihi limit kartu kredit saya dimana sisa limit kartu kredit saya hanya 600 ribu dikarenakan pokok dan bunganya tersebut langsung memotong limit di awal.

Sungguh sangat kecewa sekali selama beberapa kali saya menelpon CS u/ informasi cicilan tetap ini tidak pernah sekalipun diberitahu bahwa semua bunganya tersebut akan langsung memotong limit kartu kredit nasabah di awal.

Saya pun memiliki kartu kredit bank lain yang sedang berjalan cicilan tetapnya dimana hanya pemakaian saja yang memotong limit kartu kredit di awal & bunga nya baru akan memotong limit setiap bulan pada tanggal penagihan kartu kreditnya.

Saya benar-benar sangat menyesal dan sangat kecewa dengan kejadian ini yang telah dibohongi & dijebak oleh promo kartu kredit BII. Dengan sangat terpaksa pula di tagihan nanti harus membayar full payment agar tidak terkena bunga yang tinggi.

Regi, Tangerang

Email: regi.januar@gmail.com

BERITA TERKAIT

Genjot Ekspansi Kredit - Lagi, BTN Gelar Akad Massal Serentak

Penetrasi pertumbuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) lebih besar lagi, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk kesekian kalinya menggelar akad…

PENYEBAB INDONESIA TERJEBAK PERTUMBUHAN EKONOMI 5% - Sektor Industri Manufaktur Belum Optimal

Jakarta-Lembaga penelitian CORE menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun masih terjebak di kisaran 5%. Ini terjadi karena sebagian…

Tingkatkan Inklusi Keungan - Aplikasi Pluto Bantu Atasi Kredit Macet

NERACA Jakarta - Tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih rendah dan berdasarkan survei terakhir Bank Dunia pada 2014 menunjukkan, inklusi…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menggugah "Shadow Economy"

Oleh: Johana Lanjar Wibowo, Pemeriksa Pajak Pertama, Ditjen Kemenkeu Realisasi penerimaan pajak tahun 2018 mencapai Rp1.315,9 triliun. Angka ini sebesar…

Pilpres 2019: Benahi Ekonomi, Hapus Oligarki

Oleh: Sarwani Pilpres 2019 usai sudah.  Indonesia akan memiliki presiden hasil pilpres pada Oktober tahun ini. Banyak harapan yang dipikulkan…

Persatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019 Mutlak Dibutuhkan untuk Kemajuan

  Oleh:  Aziz Kormala, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Kemerdekaan yang diperoleh Indonesia bukanlah pemberian tetapi hasil berjuang dengan penuh pengorbanan…