LG Cinema 3D Smart TV Pecahkan Rekor Muri

Tak hanya dikenal lewat rekor menjadi yang terdepan dalam industri produk elektronik rumah tangga di Indonesia selama enam tahun berturut-turut hingga 2011 lalu, PT. LG Electronics Indonesia (LG) kembali membuat rekor baru. Kali ini, LG mencetak rekor di mana 500 orang berkumpul dan menonton tayangan 3D melalui layar besar dengan menggunakan kacamata 3D Film Patterned Retarder (FPR) dari LG. Rekor ini dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk rekor menonton tayangan 3D dengan jumlah penonton terbanyak dengan menggunakan kacamata 3D,

"Pencetakan rekor MURI ini dilakukan sebagai bagian meriahnya debut perdana generasi terbaru LG Cinema 3D Smart TV di Indonesia," ungkap Kim Weon Dae, Presiden Direktur LG.

Selain dihadiri Presiden Direktur Kim Weon Dae beserta jajaran manajemen PT. LG Electronics Indonesia, tampak hadir dalam acara tersebut Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Young Sun; Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional, M. Chatib Basri, serta perwakilan manajemen LG Electronics dari Seoul, Korea. Acara yang dipandu oleh Darius Sinatria dan Dona Agnesia tersebut juga dimeriahkan oleh penyanyi pop kenamaan, Yuni Shara.

FPR: Kenyamanan dalam Dunia 3D

Pada malam pemecahan rekor tersebut, seluruh peserta mengenakan kacamata 3D FPR dari LG untuk menyaksikan tayangan 3D yang ditampilkan dalam layar seluas 6x8 meter persegi. Sepanjang waktu penayangan, seluruh peserta tampak nyaman menyaksikan konten 3D tersebut tanpa sedikitpun terganggu dengan kacamata 3D yang digunakannya. Kacamata 3D dengan teknologi FPR ini juga digunakan dalam generasi terbaru LG Cinema 3D Smart TV.

Kenyamanan ini merupakan keunggulan dari kacamata 3D berteknologi FPR dari LG. Melalui kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens) ini, kedua mata dapat menangkap sinyal tayangan 3D secara bersamaan. Hal ini membuat tidak adanya distorsi akibat kemungkinan gambar tampil bertumpuk (crosstalk) atau pun tampak kabur (blur). Dengan keunggulannya ini, teknologi FPR dari LG dipercaya menjadi pembaharu dari kelemahan yang terdapat pada teknologi shutter glasses yang masih digunakan sebagian vendor elektronik dalam pengembangan 3D TV-nya.

Kelemahan teknologi shutter glasses sendiri terkait dengan cara kerjanya. Menggunakan kacamata dengan lensa Liquid Crystal, sinyal tayangan 3D ditangkap secara bergantian oleh mata kiri dan kanan. Proses yang berjalan terus menerus inilah yang kemudian menstimulasi otak memunculkan efek 3D. Namun, cara kerja yang mirip dengan kedipan mata bergantian ini kerap menimbulkan distorsi gambar tampil bertumpuk (crosstalk) atau pun tampak kabur (blur). Belum lagi, penanaman beberapa komponen elektronik dengan tenaga baterai sebagai daya untuk mengaktifkan kacamata ini, memancarkan gelombang elektromagnetik yang sangat dekat dengan bagian kepala manusia. Kedua hal inilah yang pada gilirannya menimbulkan efek kelelahan mata dan mual dari pemakainya.

LG Cinema 3D Smart TV: Teknologi Tinggi Berbalut Stylish Design

Generasi terbaru LG Cinema 3D Smart TV pun hadir dengan membawa berbagai pengembangan baru dari generasi sebelumnya yang mencatatkan sukses sejak diperkenalkan pada 2011 lalu. Disamping tetap mempertahankan penggunaan teknologi FPR, 3D TV terbaru LG ini memiliki desain fantastis berbingkai layar (bezel) setipis satu milimeter yang membuatnya seolah nyaris tak berbingkai. Dinamai Cinema Screen, tak cuma membuat 3D TV ini makin elok, juga memberi sensasi layaknya sebuah layar bioskop. Untuk ketipisan bingkai layarnya ini, LG Cinema 3D Smart TV generasi terbaru ini tercatat sebagai TV dengan bingkai layar tertipis di dunia saat ini.

Selain itu, beragam fitur terkini pun dibenamkan apik dalam generasi terbaru LG Cinema 3D Smart TV. Pengaturan kedalaman efek 3D yang mencapai 20 level kedalaman, 3D Sound Zooming yang melengkapi sesi menonton dengan audio bernuansa 3D, LG Smart World yang berisi ribuan konten 3D dan permainan serta fitur Dual Play Screen yang bakal memberikan sensasi baru bermain game melalui TV ini.

Keistimewaan lainnya hadir dari sebuah batang kendali (remote control) berbasis Bluetooth bernama Magic Remote Control yang akan membuat pengguna terasa bak mengendalikan TV dengan sebatang tongkat sihir. Disamping jauh lebih ramping dan tak banyak tombol, cukup arahkan pointer ke menu yang dituju dan satu sentuhan tombol berikutnya akan menampilkan menu pilihan. Dengan berbagai kelebihan ini, generasi terbaru LG Cinema 3D Smart TV siap membawa penggunanya pada standar yang lebih tinggi untuk menikmati 3D TV.

Related posts