Ekspansi Bisnis Pakan Ternak Dari Hulu Sampai Hilir - PT Malindo Feedmil Tbk

Neraca

Jakarta – Industri pakan ternak dalam negeri masih memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih pada tahun ini omset industri pakan ternak diperkirakan naik 9,8% menjadi Rp 61,5 triliun dari tahun sebelumnya Rp 56 triliun.

Peluang inilah yang terus dimanfaatkan bagi PT Malindo Feedmil Tbk, perusahaan pakan ternak asal Malaysia ini terus meningkatkan produksi penjualannya. Bahkan perseroan berencana membangun pabrik pengolahan ayam yang memproduksi sosis, nugget, dan aneka makanan olahan ayam lainnya, “Pembangunan pabrik pengolahan ayam ini membutuhkan investasi sebesar Rp 80 miliar dan sumber dananya berasal dari kas internal perusahaan,”kata Komisaris Malindo Feedmill Tan Lai Kai.

Menurutnya, pembangunan pabrik olahan sendiri dibutuhkan dana sedikitnya Rp 280 miliar. dana akan diperoleh dari pinjaman bank lokal sebesar Rp 280 miliar. Menurut Tan, ekspansi perusahaan semata-mata sebagai aksi korporasi untuk mengatasi permasalahan tahun lalu. Misalnya, gejolak politik dikawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. “Harga minyak Crude Brent telah mencapai US$ 123,99 per barrel, peningkatannya mendorong harga komoditas dan harga barang lainnya naik,” tutur Tan.

Sebelumnya, perseroan mencatat peningkatan laba bersih yang signifikan, yaitu sebesar 137% menjadi Rp. 180 miliar di tahun 2010 dbandingkan dengan Rp 76 miliar pada tahun 2009. Kenaikan laba didongkrak oleh kenaikan penjualan tahun 2010 sebesar Rp 168 miliar dari Rp 1,87 Triliun di tahun 2009 menjadi 2,04 Triliun di tahun 2010.

Selain itu, margin laba kotor perseroan juga meningkat dari 12,4% di tahun 2009 menjadi 19,1% di tahun 2010 dan Marjin Laba Bersih dari 4,1% di tahun 2009 menjadi 8,8% di tahun 2010. Hal ini terutama disebabkan karena keberhasilan Malindo dalam mengelola pembelian bahan baku utamanya dan membaiknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar Amerika Serikat.

TambahPabrik Baru

Perseroan juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan bisnisnya yang telah direalisasikan dengan telah diselesaikannya pabrik pakan di Cikande, Serang Banten yang mempunyai kapasitas mixer sebesar 450.000 MTon per tahun. Pabrik Pakan baru ini telah siap berproduksi sejak Februari 2011 dan akan meningkatkan kapasitas produksi pakan Malindo sebesar 100%.

Selain itu di tahun 2010 ini Malindo juga telah menambah dua farm PS DOC baru dan satu farm GPS DOC baru. Penambahan farm baru ini telah meningkatkan kapasitas produksi DOC sekitar 10% menjadi sekitar 146 juta DOC per tahun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat telah meningkatkan kemampuan beli masyarakat yang pada akhirnya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat atas makanan. Didukung pula dengan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar serta tingkat konsumsi daging yang masih sangat rendah di Indonesia, membuat prospek perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam Industri Makanan khususnya peternakan ayam sangatlah baik dan memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.

Menanggapi peluang yang sangat besar ini, Malindo telah menargetkan CAPEX sebesar Rp 280 miliar di tahun 2011, yaitu untuk pembangunan pabrik pakan ternak berkapasitas mixer sebesar 300.000 MTon per tahun dan pembangunan 3 Farm DOC. Selain itu Malindo juga merencanakan untuk meluaskan bisnisnya dengan membangun bisnis downstream yaitu Pabrik Pengolahan Makanan, dengan capex berkisar Rp 80 Miliar. (bani)

Related posts