Wapres Boediono Yakinkan Investor Obligasi

NERACA

Jakarta---Pemerinta berusaha sekuat tenaga meyakinkan Franklin Templeton Investments Michael Hasenstab, investor obligasi terkait rencana pemerintah ke depan dalam membangun infrastruktur. "Wapres menerima Franklin Templeton dan menerangkan rencana pemerintah dalam dua tahun mendatang," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat di Jakarta,12/4

Menurut Yopie Hidayat, pemerintah menjelaskan beberapa rencana dalam dua tahun mendatang. Sebagai salah satu investor obligasi Indonesia terbesar, Franklin Templeton Investment selalu memperbarui informasi terkait perkembangan ekonomi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Yopie mengatakan, Wakil Presiden Boediono menggarisbawahi fokus pemerintah untuk mengurai sumbatan dalam proyek-proyek infrastruktur. Sebagai ontoh, proyek Bandara Kualanamu yang kini masih menyisakan akses jalan menuju bandara dari Kota Medan.

Bandara tersebut telah selesai, namun akses jalan masih belum sepenuhnya rampung. Hal ini terkait masalah lahan yang dilalui proyek tersebut. "Penyelesaian terkait transfer aset sebagian 'memakan' kebun kelapa sawit, aset BUMN," ujarnya

Selain itu, rel kereta api yuang menghubungkan Kota Medan dengan bandara kini masih tersisa empat kilometer km. "Hal-hal seperti ini mendesak untuk diurai permasalahannya, sehingga dapat berjalan dengan lancar," ucapnya

Sementara itu, Franklin Templeton Investments, menurut Yopie masih percaya dan menyakini prospek perekonomian Indonesia ke depan.

Ditempat terpisah, pemerintah menggandeng tiga perguruan tinggi negeri untuk melakukan riset pasar keuangan dan surat berharga atau obligasi negara pada 2012. “Saat ini telah dilakukan seleksi terhadap sejumlah calon PTN atau lembaga dalam rangka riset pasar keuangan dan surat berharga negara tahun 2012 dengan metoe swakelola,” demikian keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaa Utang,Kamis,12/4

Berdasarkan hasil seleksi terhadap calon PTN/lembaga, DJPU menunjuk tiga calon PTN/Lembaga untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan riset tersebut. Tiga PTN/lembaga itu adalah Laboratorium Studi Manajemen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan topik/judul riset: Analisis potensi permintaan surat utang negara dan peranan pelaku industri dalam peningkatan likuiditas dan kedalaman pasar surat utang negara.

PTN/lembaga lain adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPMM) Institut Teknologi Sepuluh November dengan topik/judul: Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penetapan level dan indikator "crisis management protocol" dalam rangka pencegahan dan penanganan krisis pasar surat berharga negara.

Selain itu, Laboratorium Studi Manajemen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan topik/tema: Kajian pengembangan "interest rate swap" dalam rangka meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar surat berharga negara. **cahyo

Related posts