BI : Pertumbuhan Kredit Perbankan Naik 24,2% - Hingga Pebruari

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit hingga Februari 2012 mencapai 24,2% dengan porsi kredit investasi tumbuh 33%, kredit modal kerja tumbuh 23,4% dan kredit konsumsi tumbuh 19,6%. "Tren pertumbuhan kredit memang sesuai perkiraan dan rencana bisnis bank sebesar 24-25 persen. Itu juga sesuai dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kita," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis.

Tingginya angka kredit investasi, lanjut Muliaman, juga sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan investasi di Indonesia sejak dua tahun lalu yang akan terus meningkat hingga tiga tahun ke depan. Sementara kredit konsumsi, selama dua tahun terakhir tercatat terus menurun karena perbankan mulai mengalihkan kredit ke sektor investasi. "Polanya sejak dua tahun lalu kredit konsumsi lebih rendah dibanding kredit investasi, sementara kredit investasi akan terus besar permintaannya hingga 2-3 tahun ke depan dengan rata-rata 30%," tambahnya

Dijelaskan Darmin, permintaan kredit investasi tidak hanya di sektor besar tetapi juga di sektor kecil dan merata di berbagai daerah seperti di bidang pertambangan dan transportasi. Secara umum, di bidang perbankkan stabilitas sistem perbankkan tetap terjaga dan disertai dengan fungsi intermediasi yang semakin baik dalam mendukung pembiayaan perekonomian.

Industri perbankan menunjukkan kinerja yang semakin solid sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%.

Sebelumnya, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Edi Harsoyo di Pekalongan, Rabu, mengatakan, pemkot akan bekerja sama dengan perbankan untuk membantu akses permodalan UMKM. "Pemerintah akan terus mendorong perbankan masuk atau membantu permodalan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya," katanya.

Edi menambahkan kerja sama pemkot dengan perbankan ini telah tercapai kesepakatan bersama untuk mendorong peningkatan akses kepada sumber pembiayaan dalam rengka pengembangan usaha di sektor riil dan usaha mikro kecil menengah. "Kredit tersebut dapat dengan mudah dijangkau pelaku UMKM yang membutuhkan karena suku bunga hanya 0,6 persen per bulan untuk janghka waktu tiga sampai lima tahun," ujarnya

Menurut dia, sedangkan untuk kredit usaha rakyat (KUR) dapat langsung diberikan pada pelaku UMKM sampai dengan pinjaman Rp500 juta. "Adapun, kredit kepada lembaga keuangan (KKLK) dapat diberikan kepada pengusaha mikro dan kecil melalui lembaga keuangan, seperti koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi pegawai atau karyawan," katanya.

Ia mengatakan, manfaat atau keunggulan KKLK, antara lain modal tersalurkan sampai pada pengusaha mikro dan kecil, serta tambahan modal pada lembaga keuangan untuk ekspansi usaha. "Akses permodalan KKLK ini, nantinya dapat dikelola koperasi dan diharapkan dapat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha yang berorientasi pada wilayah kerja masing-masing," imbuhnya. **maya

Related posts