Jaya Ancol Kuras Rp 150 Miliar Miliki 25% Saham KEK Marunda

NERACA

Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mulai merambah bisnis kawasan industri di PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengembangkan bisnis perseroan yang tidak hanya di sektor pariwisata dan hiburan.

Direktur Utama PJAA Budi Karya Sumadi mengatakan, nantinya dengan ekspansi bisnis dikawasan industri bisa mendongkrak pendapatan ditahun ini,”Ini memang ekspansi pertama kita ke kawasan industri. Dengan lokasi di Marunda, lebih pas untuk industri yang light atau ringan,”katanya di Jakarta, kemarin.

Rencananya, perseroan bakal memulai proyek ini pada akhir tahun 2013 mendatang. Saat ini, progres proyek sedang melakukan pematangan studi perencanaan. Nantinya, di lokasi itu bakal dilengkapi dengan pelabuhan dan pergudangan.

PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda (KEK Marunda) sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk PJAA dengan PT Jakarta Propertindo dengan PT Pembangunan Jaya. Dimana dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor dalam PT KEK, perseroan mengambil saham sebesar 25%, PT Jakarta Propertindo 25%, dan PT Pembangunan Jaya 50%.

Budi menjelaskan, nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp 2-3 triliun. Pendanaan bakal dibagi sebesar 30% dari ekuitas masing-masing perusahaan dan 70% dari pinjaman. “Dengan demikian, porsi ekuitas 600 miliar dan dengan nilai saham PJAA 25% maka modal yang harus disetor oleh kami sebesar Rp 150 miliar,” paparnya.

Sebelumnya, PJAA menggandeng PT Jaya Real Property untuk mengembangkan kawasan Ancol Barat. Nilai total proyek tersebut mencapai Rp 500 miliar dan akan dimanfaatkan untuk proyek properti. Berbeda dengan KEK Marunda, penyertaan modal PJAA dilakukan dengan kontribusi lahan seluas 9,74 hektare dengan nilai setara Rp 134,58 miliar.

Ekspansi Luar Kota

Selain itu, tahun ini perseroan juga berencana membangun sejumlah wahana baru khususnya di Dufan dan Eco Park. PJAA juga tengah menaksir sejumlah lahan di daerah Surabaya, Medan dan Jakarta dengan luas sekitar 100–200 hektare.

Budi mengatakan,ekspansi dilakukan untuk diversifikasi market, harga, dan alternatif produk yang dikembangkan perseroan. Produk yang akan dikembangkan di lokasi tersebut adalah properti untuk kelas menengah dan atas.

Di luar itu, lanjut Budi, perseroan akan menjalin kerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) untuk mengembangkan theme park dengan konsep taman lalu lintas di pinggir tol Cipularang, tepatnya Kilometer 88. “Belanja modal kita tahun 2012 sekitar Rp 900 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk membangun jalan tol,pengembangan arena rekreasi, dan mencari lahan baru,” ujarnya. (didi)

Related posts