Realisasi Kontrak Adhi Karya Baru Capai 28%

NERACA

Jakarta – Pencapaian kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di penghujung tahun masih jauh dari target, tengok saja realisasi kontrak perseroan hingga Oktober 2019 mencapai Rp 8,4 triliun di luar pajak. Capaian tersebut setara 28% dari target tahun ini yang ditetapkan Rp 30 triliun. Selain masih rendah, capaian tersebut juga turun 31,7% dari perolehan kontrak baru di Oktober 2018 yang tercatat mencapai Rp 12,3 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan menjelaskan realisasi perolehan kontrak baru di Oktober 2019 didominasi oleh pembangunan mix-used Rajawali Palembang senilai Rp 335 miliar dan Flyover di daerah Cakung, Jakarta senilai Rp 237,4 miliar. Adapun kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2019 meliputi konstruksi dan energi sebesar 80,9%, properti sebesar 18,5% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sedangkan tipe pekerjaan, terdiri dari gedung sebesar 73,1%, jalan dan jembatan sebesar 6,6%, serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api dan proyek-proyek EPC sebesar 20,3%. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 19,1%, BUMN sebesar 69% sementara swasta/lainnya sebesar 11,9%.

Di kuartal tiga 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 4,68% secara tahunan pada akhir kuartal III/2019. Disebutkan, perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp351,22 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu tercatat senilai Rp335,53 miliar.

Perseroan mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp8,94 triliun atau turun 5,19% dari Rp9,43 triliun. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan menurun dari Rp7,94 triliun menjadi Rp7,55 triliun pada akhir September 2019. Dari sini, laba kotor yang dibukukan ADHI senilai Rp1,39 triliun, turun 6,08% year-on-year dari Rp1,48 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak senilai Rp605,03 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp674,01 miliar.

Di sisi lain, jumlah beban pajak penghasilan bersih terkoreksi 25,06% dari Rp337,84 miliar menjadi Rp253,17 miliar. Dengan demikian, laba bersih perseroan meningkat dari Rp335,53 miliar menjadi Rp351,22 miliar. Total aset yang dimiliki ADHI per 30 September 2019 senilai Rp32,67 triliun. Nilai ini tumbuh 8,47% dari Rp30,12 triliun. Adapun, nilai ekuitas perseroan senilai Rp6,52 triliun atau lebih tinggi 3,82% dari akhir September tahun lalu yang senilai Rp6,28 triliun.

Belum lama ini, perseroan meraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk pembangunan jembatan bentang long span (bentang panjang) Kuningan pada proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dua rekor itu yakni rekor jembatan kereta Boks Beton Lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia serta rekor pengujian Axial Statistic Loading Test pada fondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…