IPO Anak Usaha SEAM Group Ditargetkan 2020

NERACA

Jakarta – PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM) Group menargetkan akan melakukan penawaran umum perdana atau Intial Public Offering (IPO) saham terhadap anak usahanya pada 2020. CEO SEAM Group Asep Sulaeman Sabanda mengatakan pihaknya menargetkan kapitalisasi pasar sebesar Rp 5 triliun dari PT Berkah Saksama Adikarya (BISA). “Kami optimistis IPO ini akan teralisasi pada tahun 2020,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Kamis (21/11).

SEAM Group tercatat memiliki bisnis utama di sektor infrastruktur dan energi terpadu di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Selain itu Perusahaan memiliki bisnis infrastruktur pendukung dan peternakan di Subang, Jawa Barat. Untuk bisnis infrastruktur, SEAM memiliki PT Berkah Saksama Adikarya (BISA). Nama terakhir direncanakan akan IPO pada tahun 2020.

PT. Berkah Saksama Adikarya adalah sub-holding SEAM Group, bergerak di bidang infrastruktur membawahi beberapa anak perusahaan antara lain PT. Subang Terus Membangun (STM) yang bergerak di bidang konstruksi, PT Berkah Beton Sadaya (BBS) dengan bisnis utama batching plant, PT. Bumi Berkah Ciherang (BBC) yang bergerak di bidang Asphalt Mixing Plant dengan produk utama Asphalt Treated Base, Asphalt Concrete Binder Course, Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Roller Sheet dan Shand Sheet serta PT. Bumi Ciherang Abadi (BCA) dengan bisnis utama quary dan stone crusher.

Keyakinan Asep didasarkan atas perolehan kinerja operasional BISA yang mengalami pertumbuhan. Pada kuartal II-2019, Asep mengatakan penjualan batu split yang diproduksi BISA tercatat mencapai 170.000 ton, lalu penjualan Asphalt Mixing sebanyak 37.000 ton. “Ini belum termasuk pendapatan dari pengerjaan beberapa kontrak konstruksi dengan pemerintah di beberapa daerah seperti pengerjaan jalan tol dan gedung-gedung perkantoran,” urainya.

Tak berhenti disitu, aksi korporasi ke pasar modal akan dilanjutkan anak perusahaan lain yang bergerak di bidang energi terpadu yakni, PT Sumber Energi Mahesa Intiutama (SEMI). Anak usaha ini menurut Asep direncanakan IPO pada tahun 2021 atau selambatnya tahun 2020. Pada SEMI, Asep mengatakan pihaknya berharap dapat memiliki kapitalisasi pasar Rp 50 triliun. Adapun aksi korporasi SEAM Group pada tingkat holding dilakukan pada akhir tahun 2018 lalu dengan menerbitkan Surat Berharga Investasi - Jangka Pendek (SBI-JP) sebesar Rp 1 triliun.

Penerbitkan SBI-JP tersebut bekerjasama dengan Ascort Asia Group selaku agen pemasaran, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku agen pemantau, agen pemegang jaminan sekaligus agen pembayaran. Terkait penerbitan surat utang tersebut, SEAM Group mengaku rutin menggelar roadshow setiap tiga bulan untuk memaparkan perkembangan terkini kinerja bisnisnya kepada stakeholder dan investor. Business update yang paling anyar digelar di Bandung pada 20 November 2019 lalu. Sebelumnya kegiatan sama dilakukan di Medan dan Jakarta.

Asep mengatakan, dana SBI-JP telah dialokasikan sebesar 66.40 % untuk modal kerja yakni pembayaran fee lahan, perijinan, pengelolahan lahan dan pembangunan jalan, sedangkan 33,60 % sisanya didistribusikan untuk investasi di bisnis pendukung. Disampaikan pula bahwa saldo SBI-JB yang telah diterima oleh PT SEAM tumbuh 9,3% atau Rp 71,7 miliar di bulan Oktober 2019 dibandingkan bulan sebelumnya. “Saat ini SEAM Group telah membayar kewajiban bunga hingga akhir Oktober 2019 sebesar Rp 25,23 miliar kepada investor SBI-JB tersebut,” urainya.

BERITA TERKAIT

OJK Sebut Jiwasraya akan Diselamatkan Anak Usaha

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diselamatkan oleh anak…

BI Tetap Akomodatif Antisipasi Ancaman Resesi

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makroprudensial akan tetap akomodatif untuk mendorong pertumbuhan…

Lewat Bank Wakaf, OJK Bidik Penyaluran Kredit di Sektor Informal

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan penyaluran kredit untuk sektor informal melalui Bank…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Modalku Luncurkan Produk Modal Karyawan dan Hunian

    NERACA   Jakarta - Platform peer-to-peer (P2P) lending, Modalku menghadirkan solusi finansial dengan meluncurkan produk Modal Karyawan dan…

ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1%

    NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 masing-masing…

Industri Asuransi Jiwa Berpeluang Investasi B30

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor…