Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA

Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh. Tercatat, sampai dengan Oktober, anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk ini berhasil membukukan nilai kontrak baru senilai Rp4,3 triliun. Salah satu proyek yang diharapkan bisa mendorong pencapaian target akhir tahun adalah pembangunan LRT di Filipina.

Direktur Pemasaran Waskita Beton Precast Agus Wantoro mengatakan selain memperbesar raihan kontrak di luar induk, perseroan juga berekspansi keluar negeri mulai tahun ini. Perseroan telah memiliki kontrak senilai Rp217 miliar untuk penyediaan produk pengaman pantai atau tetrapod sebanyak 150.000 unit ke Singapura dan rencananya akan bertambah lagi permintaan dengan volume yang sama.

Selain itu, perseroan juga sedang menanti pengumuman pemenang tender proyek LRT di Filipina yang diikuti oleh induk usaha, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pengumuman pemenang tender diproyeksikan sebelum tahun berganti.”Sampai akhir tahun ini, target nilai kontrak baru kami Rp7,03 triliun. Kami yakin bisa tercapai, salah satu harapannya adalah dari proyek di Filipina yang senilai Rp800 miliar,” ujarnya di Jakarta, kemarin.Target kontrak nilai baru emiten dengan kode saham WSBP ini sebelumnya telah direvisi dari Rp10,3 triliun. Menurut Agus, revisi tersebut dilakukan karena beberapa proyek internal yang mundur. Hal ini sejalan dengan Waskita Karya yang juga merevisi turun target kontrak baru pada 2019 dari Rp55 triliun menjadi Rp45 triliun.

Apabila proyek LRT di Filipina dimenangkan oleh Waskita Karya, WSBP berencana untuk membangun pabrik ready mix hingga precast di sana. Pasalnya, kebutuhan untuk proyek tersebut sangat besar sehingga akan lebih efisien jika perseroan mendirikan pabrik di Filipina. Rencananya pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare yang terdiri dari 2 hektare untuk pabrik dan 5,5 hektare untuk stock yard. Pendirian pabrik ini membutuhkan waktu selama 34 bulan.“Kami sudah hitung kebutuhan dananya dan menyiapkan Rp100 miliar. Bisa lebih hemat lagi kalau kami memindahkan pabrik di Indonesia ke sana, misalnya untuk yang utilisasinya tidak optimal,” jelasnya.

Pada akhir September 2019, porsi proyek eksternal WSBP telah mencapai 44%, atau lebih tinggi dari akhir tahun lalu yang sebesar 37%. Hal itu sejalan dengan strategi perseroan untuk meningkatkan proyek eksternal hingga 50%-60% pada akhir tahun ini. WSBP juga melakukan upaya untuk meningkatkan kinerja dengan memasarkan produk-produk unggulan barunya, antara lain adalah Spun Pile berdiameter 1200 mm dengan panjang 50 meter yang baru saja diresmikan, Tiang Listrik Beton, RC Pipe berdiameter diatas 2 meter, Sistem Perkerasan Rigidpavement Waskita Precast atau biasa disebut SprigWP, dan Bantalan Jalan Rel Kereta tipe 1067 dan 1435.

Untuk Spun Pile dengan diameter 1200 mm dengan panjang 50 meter merupakan spun pile pertama terpanjang dengan diameter terbesar di kawasan Asia Tenggara

BERITA TERKAIT

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

Kembangkan Obat Bioktenologi - Kalbe Investasikan Dana Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Kembangkan produk guna mendongkrak target penjualan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bakal mengembangkan produk obat biokteknologi paten…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Tegaskan Hormati Segala Proses Hukum

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menghormati proses hukum yang berjalan terkait dengan ditetapkannya SW sebagai pejabat kepala Divisi…

Targetkan Dana IPO US$ 1 Miliar - Lion Air Rencanakan Akuisisi Armada Pesawat

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Lion Mentari Airlines (Lion…

Satu Global Serap IPO Agro Yasa Lestari

NERACA Jakarta – Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)…