Dapatkan Dividen Bisnis, Ini Kata Investor di Platform Santara

NERACA

Jakarta - Bulan Oktober kemarin merupakan musim bagi dividen bagi investor di platform Santara. Lima penerbit di Santara berhasil membagikan dividen kepada para investor/pemodalnya. Diantaranya, ada bisnis Sop Ayam Pak Min, Yamie Panda, Mayasi, Plate O dan perkebunan durian PT CAM. Tiga dari lima penerbit di atas sudah dua kali melakukan bagi hasil, dan bahkan berhasil melewati proyeksi keuntungan dalam setahun. Tak heran hal ini mendapatkan tanggapan positif dari banyak investor.

“Dari yang semula karena penasaran dengan Santara, sekarang dalam setahun dah dapet 2 kali Bagi Hasil Sop Pak Min. Mantap dah Santara dan UKM Indonesia” ujar Yuli Aji Prabowo, salah satu Pemodal di Santara, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, kemarin. Dalam momen bahagia tersebut, Sop Ayam Pak Min juga kembali menawarkan saham bisnis dari cabang yang lainnya melalui badan usaha PT Kembar Cipta Boga. Ada 5 cabang yang ditawarkan terdiri dari 3 cabang existing dan 2 cabang baru yang akan dibuka.

Lebih cepat dari dari tahun lalu, penawaran saham Sop Ayam Pak Min yang kedua ini terjual kurang dari 6 jam. Ada 10.000 lembar saham dengan total pendanaan 1 milyar rupiah habis terbeli oleh hanya 167 pemodal. Hal ini membuat banyak pemodal yang belum kebagian saham bisnis PT KCB dan harus menunggu penerbit selanjutnya.

Dikonfirmasi oleh Krishna T Wijaya, VP Business Department Santara bahwa saat ini antusiasme member pemodal di Santara sangat besar. “Penjualan saham Sop Ayam Pak Min PT KCB kemarin terbilang cepat, bahkan setelah dinyatakan sold out masih banyak pemodal yang ingin membeli” ujarnya. Krishna juga menambahkan bahwa pihaknya (Santara) saat ini sedang melakukan seleksi terhadap calon-calon penerbit baru yang ingin menawarkan sahamnya di Santara.

“Ada empat ribuan bisnis yang mendaftar di platform aplikasi Santara, namun kami hanya meloloskan bisnis-bisnis yang terbaik,” tambahnya. Meski sudah mendapatkan izin OJK, Santara tidak lantas memasukkan sebanyak-banyaknya bisnis ke platform mereka. Hal ini, disampaikan Krishna, penting untuk membuat investor semakin trust untuk membeli saham bisnis melalui platform Santara.

“Tidak semua bisnis bisa menerbitkan sahamnya di Santara, Ada berbagai proses dan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh Penerbit, hal ini dilakukan agar Pemodal mendapatkan bisnis-bisnis terbaik yang profitable serta prudent dari sisi legal dan resiko,” tambah Krishna. Ia pun menambahkan bahwa saat ini sudah ada 3 Perusahaan yang sudah dalam tahap seleksi akhir untuk listing di platform Santara. Salah satunya ada brand besar nasional yang akan melantai di Santara. Agar tidak kehabisan lagi, Krishna menyarankan untuk segera mendownload aplikasi Santara, di Google Playstore dan Apps Store.

BERITA TERKAIT

OJK Sebut Jiwasraya akan Diselamatkan Anak Usaha

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diselamatkan oleh anak…

BI Tetap Akomodatif Antisipasi Ancaman Resesi

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makroprudensial akan tetap akomodatif untuk mendorong pertumbuhan…

Lewat Bank Wakaf, OJK Bidik Penyaluran Kredit di Sektor Informal

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan penyaluran kredit untuk sektor informal melalui Bank…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Modalku Luncurkan Produk Modal Karyawan dan Hunian

    NERACA   Jakarta - Platform peer-to-peer (P2P) lending, Modalku menghadirkan solusi finansial dengan meluncurkan produk Modal Karyawan dan…

ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1%

    NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 masing-masing…

Industri Asuransi Jiwa Berpeluang Investasi B30

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor…