Telan Dana Rp900 miliar, JAYA Ground Breaking Pasar Senen Jaya 1 dan 2

NERACA

Jakarta - PT Pembangunan Jaya (JAYA) melakukan ground breaking proyek Senen Jaya 1 dan 2. Proyek dilahan seluas 60 ribu meter ini direncanakan memakan waktu 28 bulan ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp900 miliar. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi mengatakan bahwa Pasar Senen merupakan proyek pertama yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Jaya pada 1961. “Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang merupakan pasar yang tertua di DKI Jakarta,” kata Trisna saat sambutan dalam ground breaking Proyek Pasar Senen 1 dan 2 di Jakarta, Rabu (20/11).

Ia menjelaskan bahwa Jaya membuat masterplan untuk menyatukan antara blok 1 hingga 6 termasuk dengan terminal. Pada tahun 2008, blok 4 diresmikan dan pada 2017 lalu blok 3 telah selesai. “Berdasarkan jadwal harusnya kita merevitalisasi blok 5 dahulu, akan tetapi terjadi kebakaran di blok 1 dan 2. Maka dari itu, kita bangun kembali blok 1 dan 2 setelah kejadian kebakaran beberapa tahun lalu,” kata Trisna.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk Yohannes Henky Wijaya menyampaikan, pihaknya berinvestasi sekitar Rp 900 miliar untuk pembangunan Blok 1 dan 2 Pasar Senen Jaya ini. "Investasinya kira-kira Rp 900 miliar. (Modal) Pembiayaannya kan pasti ada dari sewa kepada para pedagang, kemudian ada juga dari asuransi, karena kan waktu itu (Blok 1 dan 2) terbakar," ungkap dia.

Henky ini menerangkan, luas lahan dari kedua blok pasar itu sekitar 68.000 meter persegi. Targetnya, proyek ini dapat rampung pada April 2022. Untuk proses pembangunan, Blok 1 dan 2 Pasar Senen nantinya bakal dikerjakan oleh beberapa anak usaha yang berada di bawah PT Pembangunan Jaya. "Terus kemudian nanti pembangunannya oleh Jaya Konstruksi bersama dengan Jaya Teknik Indonesia," tukas Henky.

Di tempat yang sama, Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara mengatakan bahwa Jakarta Pusat memiliki dua pasar terbesar yaitu Tanah Abang dan Pasar Senen. “Akan tetapi kedua pasar tersebut memiliki perbedaan. Kalau Pasar Senen, itu beroperasi hingga 24 jam dan memiliki bagian yang terintegrasi yaitu pasar, stasiun dan terminal. Nantinya juga akan terintegrasi dengan kereta ringan atau LRT,” jelasnya. Ia pun berharap dengan dibangun kembali Pasar Senen 1 dan 2 bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Pasar Senen sudah menjadi pusat perekonomian dan hiburan sejak masa Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1960. Dalam perkembangannya, wajah Pasar Senen serta kawasan di sekelilingnya senantiasa berubah dan menympan banyak cerita. Oleh sebab itu, kami merasa keberadaan Pasar Senen perlu dijaga dan akan kami bangun ulang dengan kualitas dan fasilitas yang lebih baik, aman dan nyaman,” kata Suhardiman, Manager Proyek, PT Jaya Real Property, Tbk.

Hampir tiga abad sudah Pasar Senen hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dinikmati masyarakat Jakarta, namun juga dari luar Jakarta yang sering berburu beraneka barang dagangan. Hal ini menjadikan Pasar Senen sebagai pusat grosir terbesar di Jakarta.

BERITA TERKAIT

Permintaan Ruang Sewa Diprediksi Meningkat, SpotQoe.com Gandeng Ismaya Group

  NERACA   Jakarta - SpotQoe.com, platform online layanan pemesanan ruang meeting dan event terbesar di Indonesia, mengumumkan kerjasama strategis…

LG Kenalkan Mesin Cuci dengan Perlindungan Kesehatan - Usung Teknologi AI

    NERACA   Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia memperkenalkan seri mesin cuci front loading AI DD terbaru yang…

Presiden Minta Pemda Percepat Akses Keuangan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah daerah mempercepat akses keuangan masyarakat karena tingkat literasi masih tergolong…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Program Hukum Humaniter Indonesia Didukung Palang Merah Internasional

    NERACA   JENEWA – Pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diselenggarakan pada 9 hingga 12…

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…