PT Len Industri Serap Penjualan 49% Saham PT INTI - Kantongi Dana Segar Rp 322,5 Miliar

Neraca

Bandung- PT INTI sudah mendapatkan pembeli atas rencana pelepasan saham perseroan dengan sistem strategic sales pada perusahaan sejenis di 2012. Adalah perusahaan BUMN PT Len Industri yang siap membeli 49% saham PT INTI.

Kata Direktur Utama PT Len Industri Wahyudin, alasan pembelian saham PT INTI karena membiliki bisnis yang sama dan rencana tersebut sudah dilakukan, “Kita siap beli saham INTI karena memiliki bisnis yang sama di bidang elektronik,”katanya di Bandung kemarin.

Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan konsep untuk tujuan tersebut yang telah masuk ke dalam salah satu program strategis dan fokus perusahaan BUMN di bidang elektronika dan prasarana itu pada 2012 disamping pembangunan "Len Techno Park" di Karawang yang diawali dengan pabrik fotovoltaik berkapasitas 60MWp per tahun.

Sebelumnya, Dirut PT INTI Irfan Setia Putra mengungkapkan perusahaan akan melepas 49% sahamnya atau sebanyak 322.500 lembar saham dengan estimasi nominal Rp1 juta per lembar sahamnya. Total saham yang dilepas nilainya mencapai Rp322,5 miliar.

Rencananya penggunaan dana dari hasil penjualan saham itu akan digunakan untuk bidang telekomunikasi senilai Rp220 miliar, bidang non telekomunikasi senilai Rp86 miliar dan bidang customer product estimasinya sebesar Rp26,5 miliar. "Melalui mekanisme strategic sales, BUMN manapun bisa melakukan penawaran, termasuk Len. BUMN lain mungkin ada yang berminat itu wajar, dan kami sudah menyiapkan konsepnya," kata Wahyudin.

Kemungkinan ketatnya persaingan dari BUMN sejenis lainnya, menurut Wahyudin, adalah sebuah hal yang wajar dan menjadi konsekuensi, karena merupakan hak masing-masing. Terkait alasan untuk pembelian saham PT INTI, menurut dia, selain karena merupakan perusahaan sejenis juga sejalan dengan rencana untuk merealisasikan 'Len Industri Holding Company'. "Tahapan awal untuk itu sudah kami lakukan, pembicaraan sudah dilakukan dengan beberapa pihak. Yang jelas kami serius untuk membeli saham itu," jelasnya.

Dua BUMN sejenis dengan kantor pusat di Bandung itu, sama-sama mengerjakan proyek 'trade in trafe off' (TITO) PT Telkom yakni pengerjaan penggantian jaringan telekomunikasi kabel tembaga oleh jaringan serat optik.

Sementara itu terkait pengembangan industri, Len akan membangun pabrik fotovoltaik berkapasitas 60MWp berteknologi kristalin silika atau c-Si di Telukjambe Karawang yang akan mengintegrasikan produksi panel surya dari hulu sampai hilir untuk memasok kebutuhan energi baru terbarukan. Lokasi pabrik baru itu juga akan digunakan untuk pemindahan pabrik persinyalan KA dan produk elektronik pertahanan (defence elektronic). (bani)

Related posts