Konsumsi Ikan Warga Lebak Masih Rendah

Konsumsi Ikan Warga Lebak Masih Rendah

NERACA

Lebak - Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten masih rendah dalam mengonsumsi ikan yakni hanya 18,24 kilogram per jiwa per tahun, sedangkan Banten rata-rata di atas 50,30 per jiwa per tahun, sehingga sosialisasi kepada masyarakat perlu dioptimalkan.

"Kita berharap konsumsi ikan meningkat," kata Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Hasan Lubis saat sosialisasi gerakan makan ikan atau Gemari di SMPN 9 Rangkasbitung, Lebak, Selasa (19/11).

Kegiatan sosialisasi itu bertujuan agar masyarakat dapat membudayakan konsumsi ikan. Konsumsi ikan juga membantu mengurangi ketergantungan konsumsi daging sapi dan telur yang saat ini harganya tinggi.

Mengkonsumsi ikan memiliki kandungan protein dan gizi cukup besar dan dapat meningkatkan kepandaian, juga stamina dan daya tahan tubuh."Ikan, memiliki kandungan protein yang tinggi dan bergizi. Manfaat mengkonsumsi ikan itu sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan. Apalagi, ikan itu memiliki kandungan omega tiga," kata dia.

Karena itu, pihaknya mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar membudayakan konsumsi ikan, khususnya para pelajar generasi penerus.

Selama ini, kata dia, masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di pegunungan masih banyak mengkonsumsi ikan asin. Kandungan gizi dan protein ikan asin cukup rendah, sehingga warga perlu dibudayakan mengkonsumsi ikan segar hasil produksi tangkapan di laut maupun budidaya ikan air tawar.

"Kami berharap warga dapat membudayakan konsumsi ikan, selain harga di pasaran terjangkau juga memiliki kandungan protein cukup tinggi dan bergizi," kata dia.

Ia mengatakan, sejak tiga bulan terakhir produksi tangkapan ikan laut di 11 tempat pelelangan ikan (TPI) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun cenderung meningkat.

Peningkatan produksi tangkapan ikan laut mencapai 250-300 ton padahal biasanya sebanyak 150 ton/bulan. Selain itu juga produksi ikan tawar yang dikembangkan di kolam, jaring apung, dan keramba hingga Balai Benih Ikan (BBI) juga meningkat.

"Kami menjamin persediaan ikan segar baik laut dan air tawar melimpah dan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," ujar dia. Ant

BERITA TERKAIT

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020 NERACA Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia…

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama  NERACA Jakarta – Tren suksesi kepemimpinan nampaknya sedang marak dilakukan oleh berbagai…

Prof. Rajab Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Moestopo

Jakarta-Pakar komunikasi Prof. Dr. Rajab Ritonga mengungkapkan, saat ini belum ada standar pendidikan calon wartawan yang rigid. Siapapun boleh menjadi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia  NERACA Jakarta - StickEarn, startup teknologi periklanan yang mentransformasi sarana transportasi…

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR kembali melakukan…

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award   NERACA Aceh - PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor…