Wakil Ketua MPR RI - Tak Ada Bangsa Besar Karena Jiplak Ideologi Bangsa Lain

Ahmad Basarah

Wakil Ketua MPR RI

Tak Ada Bangsa Besar Karena Jiplak Ideologi Bangsa Lain

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan tidak ada bangsa yang menjadi besar dengan menjiplak ideologi atau falsafah bangsa lain yang tidak sesuai dengan akar budaya dan adat istiadatnya.

"Paling sederhana saja. Keluarga, di rumah, punya falsafah keluarganya masing-masing, dengan nilai, dan sebagainya. Di situlah, keluarga tumbuh dan besar," kata dia, di Jakarta, Senin malam (18/11).

Hal tersebut disampaikannya saat Pembekalan Materi Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Penceramah, Pengajar, dan Pemerhati, yang digelar BPIP, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sama juga dengan keluarga, Basarah menjelaskan bahwa bangsa Indonesia tidak akan mungkin menjadi bangsa yang besar kalau menjiplak falsafah bangsa lain.

"Karena budaya bangsa lain belum tentu sama dengan sejarah bangsa Indonesia, dengan budayanya, adat istiadatnya. Sebuah bangsa di dunia hanya akan menjadi bangsa yang besar ketika berpegang teguh dengan falsafahnya sendiri," kata dia.

Bagi politikus PDI Perjuangan itu, Pancasila merupakan ideologi yang terbaik dan paling cocok bagi bangsa Indonesia. Sebab, kata dia, Pancasila bukan hanya membebaskan bangsa Indonesia dari kolonialisme, tetapi juga mempersatukan bangsa.

"Apakah kemudian kita mau bereksperimen dengan mencoba ideologi-ideologi milik bangsa lain? Dalam catatan saya, tidak ada bangsa yang menjadi besar ketika bangsa itu menjiplak falsafah bangsa lain," kata dia.

Amerika, kata Basarah, menjadi besar karena memegang teguh falsafah bangsanya, China yang kini menuju sebagai raksasa ekonomi dunia karena berpegang teguh pada falsafah bangsanya sendiri, demikian pula Jerman, maupun Jepang.

"Bangsa Indonesia enggak akan jadi bangsa besar kalau kita menjiplak bangsa Arab, Amerika, atau China. Kita bisa besar kalau bisa pedomani ideologi sendiri, yakni Pancasila," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Menko Polhukam - Korupsi Dapat Potong Urat Nadi Kehidupan Bangsa

Mahfud MD  Menko Polhukam Korupsi Dapat Potong Urat Nadi Kehidupan Bangsa Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan…

Wakil Ketua MPR RI - Kesinambungan Pembangunan Tidak Melalui Penambahan Periode Presiden

Ahmad Basarah  Wakil Ketua MPR RI Kesinambungan Pembangunan Tidak Melalui Penambahan Periode Presiden Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari…

Ketua KPK - 2019 Tahun Terberat Bagi KPK

Agus Rahardjo Ketua KPK 2019 Tahun Terberat Bagi KPK  Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebut bahwa…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas - KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH NERACA Jakarta - Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Zaelani mengatakan,…

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal   NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo…

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha   NERACA Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan menyederhanakan proses bisnis (business…