Akhir Pekan, IHSG Tertahan Akibat Profit Taking

Neraca

Jakarta – Kabar Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI rate sebesar 5,75% memberikan sentimen positif yang memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis ditutup menguat tipis 9,527 poin (0,23%) ke level 4.139,540. Sementara Indeks LQ 45 ditutup menguat tipis 1,049 poin (0,14%) ke level 709,257.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, penguatan tipis indeks BEI ditopang posisi BI Rate yang masih ditahan pada level 5,75%, “Penguatan indeks sangat terbantu pengumuman BI Rate, ditengah aksi ambil untuk investor yang ramai di lakukan pada perdagangan sesi kedua,”katanya di Jakarta, Kamis (12/4).

Menurutnya, aksi beli jelang penutupan berhasil membawa indeks kembali ke zona hijau. Padahal sebelumnya indeks sudah melemah akibat aksi jual di saham-saham berbasis komoditas. Berikutnya, dia memperkirakan indeks Jum’at akhir pekan masih akan bergera dibawah tekanan aksi ambil untung. Oleh karena itu, indeks masih terus berfluktuatif dengan kencederungan melemah dan akan bergerak di level 4.120-4.130.

Pada perdagangan Kamis kemarin, koreksi saham-saham tambang menyeret IHSG melemah dan untungnya saham-saham properti naik cukup tinggi sehingga memberi dorongan untuk menguat. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal.

Transaksi asing melakukan penjualan bersih mencapai Rp 162,592 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 157.567 kali pada volume 10.503 juta lot saham senilai Rp 4,88 triliun. Sebanyak 161 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.050 ke Rp 17.850, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 18.550, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 18.900, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 73.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.600 ke Rp 12.900, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 1.400 ke Rp 5.700, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 18.950, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 42.900.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 9,791 poin (0,23%) ke level 4.139,804. Sementara Indeks LQ 45 justru turun tipis 0,217 poin (0,04%) ke level 707,991. Saham-saham yang sudah murah mulai diburu investor, soalnya selama tiga hari kemarin indeks terus-terusan terkena koreksi. Terutama saham-saham yang bebasis properti.

Sedangkan saham komoditas terkoreksi terkena jual akibat harga komoditas dunia melemah. Indeks agrikultur, tambang dan perdagangan jatuh ke zona merah. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 77.824 kali pada volume 5,187 juta lot saham senilai Rp 2,002 triliun. Sebanyak 144 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.150 ke Rp 17.950, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 575 ke Rp 4.200, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 18.450, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 59.000.

ementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.500 ke Rp 13.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 1.400 ke Rp 5.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 42.900, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 22.650.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,72 poin atau 0,11% ke posisi 4.134,73 dan Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,20 poin (0,17%) ke level 709,41. "Pagi Kamis bursa Asia dibuka menguat meski tipis. Hal itu memfaktorkan sentimen dari Eropa terhadap estimasi dan juga kenaikan harga Obligasi Spanyol seiring sinyal dari Bank Sentral Eropa yang akan kembali melakukan pembelian obligasi," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Selain itu, pernyataan The Fed bahwa 12 negara bagian tetap menjaga ekspansi ekonomi turut menambah sentimen positif bagi bursa global. Bursa Asia yang hanya menguat tipis dikarenakan investor masih mengkhawatirkan perlambatan ekonomi di China.

Dari dalam negeri, kata Christine, kabar B mempertahankan BI Rate di level 5,75% menjadi sentimen yang ditunggu pelaku pasar. Kemudian ada lagi soal rencana pemerintah melarang penggunaan Pertamax untuk mobil di atas 1.300 cc untuk daerah Jawa dan Bali yang efektif Mei 2012 menjadi pertimbangan pelaku pasar.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 24,05 poin (0,12%) ke level 20.164,72, indeks Nikkei-225 naik 11,78 poin (0,12%) ke level 9.470,52 dan Straits Times menguat 13,85 poin atau 0,47% ke level 2.960,46. (bani)

Related posts