WINS Raih Kontrak Sewa Kapal US$ 40 Juta

NERACA

Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengantongi kontrak penyewaan dua unit kapal senilai US$40 juta. Perseroan telah menandatangani perjanjian untuk menyediakan dua unit Platform Supply Vessel (PSV) untuk menyediakan persediaan dek dan kargo berjalan untuk mendukung operasi pengeboran dari perusahaan minyak dan gas bumi di Timur Indonesia.

Pek Swan Layanto, Investor Relations Wintermar Offshore Marine seperti dikutip bisnis.com di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa kontrak tersebut merupakan kontrak jangka panjang dengan opsi. Dia mengatakan bahwa perseroan akan menyewakan kapal tersebut dengan jangka waktu selama 7 tahun dengan opsi kontrak 4 tahun dengan opsi perpanjangan.”Kira-kira US$40 juta sampai 7 tahun itu termasuk option itu," jelasnya.

Raihan kontrak penyewaan 2 kapal PSV tersebut merupakan raihan nilai kontrak terbesar perseroan pada tahun ini. Hingga akhir Oktober 2019, perseroan telah mengantongi raihan nilai kontrak baru senilai US$75 juta yang di antaranya untuk penyewaan kapal offshore dengan masa kontrak short time charter."Sekarang mulai ada tender untuk beberapa kontrak jangka panjang, tapi kami belum signing, tapi ada beberapa tender yang akan mulai. Sekarang ada tender di luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Wintermar Offshore Marine, Sugiman Layanto mengatakan bahwa perseroan yakin memiliki kompetensi yang baik untuk mengerjakan proyek-proyek yang membutuhkan pengoperasian Dynamic Positioning 2 (DP2) saat kapal-kapal mendekat ke rig. Menurutnya, perseroan telah memiliki pengalaman panjang dalam pekerjaan pengeboran lepas pantai di laut dalam yang telah dilakukan sejak 2011."Untuk membantu pengembangan daerah, Wintermar telah memulai program pengembangan awak kapal dan saat ini telah memiliki awak kapal berdarah Papua di atas kapal-kapal kami yang bernilai tinggi," katanya.

Perseroan telah mempersiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini. Disampaikan Pek Swan Layanto, pihaknya lebih menguatkan finansial dengan menurunkan pinjaman, meningkatkan efisiensi dengan menjual armada tua dan fokus ke armada yang baru yakni armada yang berteknologi tinggi untuk menurunkan ongkos pemeliharaan.

Selain itu, WINS juga akan mulai fokus ke segmen yang tidak banyak pesaingnya agar bisa meningkatkan margin serta mencari klien di bisnis non tradisional. Tahun 2018 lalu, WINS sempat mengambil kontrak untuk mendukung jasa seismik, remote operating vehicle (ROV) dan air diving yang belum pernah dikerjakan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WanaArtha Life Ambil Bagian di WEF Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life kembali ambil bagian di World Economic Forum Annual…

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…