Morgan Stanley Konsultan Jualan Sisa Saham Garuda

Neraca

Jakarta - Target pemerintah agar bisa menjual sisa saham Garuda kepasar terus digodok dan termasuk mempercayakan perusahaan keuangan asing PT Morgan Stanley sebagai penasihat keuangan (financial advisor).

Direktur Utama PT Danareksa Persero Edgar Ekaputra mengatakan, tiga sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat keuangan (financial advisor) penjualan 10,88% saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). "Kami sudah menunjuk Morgan Stanley," katanya di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurutnya, saat ini realisasi penawaran saham Garuda kepada investor kini menunggu hasil kajian dari Morgan Stanley. Lembaga keuangan dunia ini akan melakukan penelahaan atas harga dan waktu pelepasan saham maskapai pelat merah tersebut. "Kita tunggu dari Morgan Stanley saja," ujarnya singkat.

Asal tahu saja, sebelumnya pemerintah menyetujui langkah tiga perusahaan sekuritas BUMN untuk melepas saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tidak diserap pelaku pasar pada penawaran umum saham perdana pada tahun lalu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pernah bilang, langkah yang dilakukan tiga perusahaan sekuritas BUMN melepas saham Garuda di persilahkan, “Saya sudah setuju program dan langkah-langkah yang dilakukan oleh ketiga perusahaan sekuritas itu, apakah itu penggabungan ke salah satu bank, dan ada yang dilepas meski harganya tak ideal,”paparnya.

Dukung Underwriter

Menurut Dahlan, opsi-opsi yang disampaikan memang ada penggabungan ke bank besar dan menjual harga saham PT Garuda Indonesia Tbk ke investor meski harganya tak ideal. Pihaknya pun akan menyetujui langkah-langkah yang diambil perusahaan sekuritas tersebut.

Sementara Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto pernah mengharapkan penjualan 10,88% saham Garuda yang dimiliki oleh tiga sekuritas BUMN selesai pada pekan ini. "Mudah-mudahan penjualannya [saham Garuda] kelar minggu ini," kata Parikesit.

Seperti diketahui, penjamin emisi penawaran umum saham PT Garuda Indonesia Tbk menyerap sisa saham yang tidak terserap investor sebanyak 3.008.406.725 lembar pada penawaran umum saham perdana GIAA Februari 2011. Ketiga penjamin emisi tersebut PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Harga saham perdana PT Garuda Indonesia Tbk yang ditawarkan sebesar Rp750 per saham.

Asal tahu saja, kabar underwriter ramai-ramai bakal menjual saham Garuda juga terungkap dalam hasil riset Samuel Sekuritas. Dimana ketiga sekuritas milik pemerintah diantaranya, PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities dan PT Mandiri Sekuritas akan menjual sisa saham Garuda yang tidak terserap.

Danareksa akan menjual saham GIAA miliknya kepada investor asing yang telah terbiasa berinvestasi ke sektor penerbangan. Harga yang diincar Danareksa seperti saat IPO yaitu Rp750 per saham. Sedangkan Bahana dan Mandiri Sekuritas masih belum menghitung harga yang akan dilepas ke pasar.

Sebelumnya, penjamin pelaksana emisi saham PT Garuda Indonesia harus menyerap saham Garuda senilai Rp2,25 triliun. Saham yang diambil oleh penjamin emisi efek mencapai 3,008 miliar saham atau sekitar 47,5% dari saham yang ditawarkan. PT Garuda Indonesia menawarkan 6,33 miliar saham dengan harga Rp750 per saham. Sedangkan publik hanya memesan 3,327 miliar saham. Saham Garuda yang diserap penjamin emisi efek pun mempengaruhi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) penjamin emisi. Hal ini dikarenakan saham Garuda terus menurun.

Dampak buruk tidak terserapnya saham Garuda di pasar perdana membuat underwriter mengalami kerugian paling telak dan kabarnya bisnis usaha tersebut nyaris collapse karena harus menyerap sisa saham senilai Rp 2,5 triliun dari target Rp 4 trilun hanya terserap Rp 1,5 triliun. (bani)

Related posts